radarjember.id - Mochammad Abidzar Janu Hamizan atlet push bike asal Senduro itu terus mengasah bakat dan kemampuannya di bidang olahraga sepeda tanpa pedal. Di usianya yang menginjak 4 tahun punya nyali besar untuk menjadi atlet terkenal. Meskipun dalam pertandingan, tubuhnya sering terpental dan cidera.
Perjuangan menjadi atlet push bike bagi Abidzar tidak lah mudah. Dia harus bolak-balik Lumajang-Probolinggo untuk mengikuti latihan hampir satu tahun. Sebab, di Lumajang belum terdapat lingkungan komunitas yang mendukung, saat itu.
Baca Juga: UPDATE UMK Kabupaten Bondowoso, Usulan UMK Belum Tentu Disetujui
Keseriusan latihan sang anak, membuat orang tua terus berusaha agar Abidzar menjadi atlet profesional. Apalagi, melihat bakatnya sejak usia dua tahun mulai nampak. Dia bahkan berani lari dari tanjakan yang cukup tinggi.
Tak berselang lama, akhirnya di Lumajang dia menemukan komunitas push bike. Ini membuat orang tua lebih lega, karena tak perlu latihan ke luar kota. Setelah 3 bulan bergabung dengan mahameru push bike, kemampuannya semakin diacungi jempol.
Akhirnya dia memutuskan ikut perlombaan Kiddo Balance Bike Championship 2024 di Surabaya. Di even bergengsi itu didapuk menjadi juara 1. Disusul kejuaraan lainnya pada ajang Predator Pushbike Championship Surabaya menjadi juara 2.
“Untuk dapat juara Abidzar harus cidera dan terpental, karena bisa jadi kurang seimbang. Tapi alhamdulillah anaknya tetap gigih berlatih,” ucap Ibunda Abidzar, Aprilia Intan.
Sementara itu, pelatih Mahameru Push Bike Mas Pungki Lukito mengatakan, setelah beberapa bulan bergabung Murid TK Aisyiah Bustanul Atfal 07 Senduro itu menujukkan perkembangan cukup pesat.
Menurutnya sistem latihan sparing membuat Abidzar semangat berlatih. Dia juga mempunyai performa dan kekuatan tubuh yang sangat bagus. “Yang awalnya dia bisa meraih podium 4 dan 5 saat ini, bisa sabet podium atau juara 1 dan 2. Bahkan untuk tanding tingkat elit juga bisa,” pungkasnya. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis