radarjember.id-Jalan di simpang tiga Tukum menuju Jalur Lingkar Timur (JLT) dipersempit. Hal ini terlihat dengan adanya media penyempitan jalan yang selesai dibangun. Alhasil, kendaraan besar tidak bisa melintas. Pengendara minibus pun juga harus lebih berhati-hati karena jalurnya sangat sempit.
Kondisi ini dibagikan akun Alfan Reborn. Video yang diunggah langsung dibanjiri komentar warganet. Terutama bagi sopir truk besar mereka keberatan jika harus melintas ke arah jalan Suwandak-Pelita jika hendak menuju arah Yowosilangun.
Baca Juga: BRI Jadi Sponsor Utama Liga Kompas U-14, Wujud Nyata Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Muda
“Ngene iki mesakne sopir seng setoran perbulan, soale solar dari supir lur , bukan teko jeragane,” tulis Roziqien Zakkiel.
Sementara itu warganet juga mendukung kebijakan tersebut, agar sepanjang jalan itu tidak gampang rusak akibat dilewati kendaraan besar. Sebab, beberapa ruas jalan kondisinya banyak yang berlubang dan gelombang. Bahkan mengakibatkan pengendara motor sering terpeleset hingga jatuh.
“Nek arah JLT nang ngalor iku dalane mari rusak nemen dulur, dadi koyok dam truk gede wes gak di oleh i liwat kunu mergo wedi rusak maneh,” komentar Astrid Akbar.
Semantara itu akun Ben Hermawan menyebut jika JLT masuk kawasan Kabupaten. Padahal menurutnya sudah didaftarkan untuk masuk jalan nasional tapi belum ada jawaban.
“Sehingga jalan dibebankan ke Pemkab. Mungkin takut dananya membengkak, untuk perawatan jalan. Akhirnya kendaraan besar dialihkan ke jalan Nasional melewati Jalan Pelita dan Suwandak,” komentarnya. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis