radarjember.id - Aksi duel menggunakan senjata tajam (sajam) terjadi di Kecamatan Pasirian, Lumajang, Kamis (12/12) dini hari. Perkelahian yang melibatkan dua orang pemuda diduga akibat salah paham karena pengaruh miras.
Kedua orang yang terlibat carok adalah Andre berusia 28 tahun warga Desa Selok Awar-awar dan Sholeh berusia 29 tahun warga Desa Selok Anyar. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, keduanya diketahui sempat menggelar pesta miras bersama beberapa pemuda lain di Desa Selok Awar-awar.
Baca Juga: TERNYATA Ini Fakta Soal Banjir Kepung Kawasan Kota Jember
Sholeh, orang yang terlibat duel mengatakan, Andre yang sedang dalam pengaruh alkohol merasa tersinggung dengan tatapannya. Kesalahpahaman itu berujung pada perselisihan. Andre berdiri menantang Sholeh untuk berduel dengan sajam.
Pengaruh miras itu membuat Sholeh tertantang untuk meladeni Andre. "Itu awalnya lagi minum bareng, gatau kenapa tiba-tiba ada yang tersinggung terus Andre nantang berduel. Masalahnya cuma salah paham, saya dituduh melirik, jadi spontan saja," kata Sholeh.
Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, aksi duel memang dipicu salah paham antar pelaku. Keduanya kemudian berselisih setelah tersinggung karena saling pandang.
Baca Juga: Latihan Kilat Malah Jadi Peringkat 2 Nasional, Ini Kiprah Siswa Prestasi di Lumajang
Setelah menantang duel, Andre diketahui langsung mengambil sajam dari rumahnya. Melihat hal itu, Sholeh yang sempat meladeni tantangan duel kemudian melarikan diri sembari menghubungi istrinya agar diantarkan sajam. Aksi duel itu berlangsung tidak jauh dari lokasi pesta miras.
"Mereka memang pesta miras, kemudian Andre tersinggung dengan tatapan mata sholeh, lalu di situ terjadi kesalahan pahaman. Kemudian Andre menantang si Sholeh sambil ambil celurit, kemudian mengejar Sholeh yang lari sembunyi di kebun tebu,” pungkasnya (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis