radarjember.id - Bakat yang dimiliki setiap orang memang bisa terlihat jika terus diasah. Seperti Aldi Yatur Ridho, siswa SLB Bhakti Wanita, Tompokersan, Lumajang. Meskipun indra pendengaran mengalami kekurangan, dia berhasil meraih piala di ajang kejuaran pantomime tingkat nasional.
Wali kelasnya Nur Hasanah mengatakan, Aldi, muridnya memiliki bakat di bidang pantomime sejak masuk bangku SMA. Tepat duduk di kelas dua, dia mulai mengikuti eksrakulikuler pantomime. Bahkan dalam setiap minggu dia rutin mengikuti latihan.
Dalam hitungan waktu beberapa saat, bakat yang dimiliki rupanya diseriusi pihak sekolah. Mereka mengirim Aldi untuk ikut lomba pantomime tingkat kabupaten hingga lolos tingkat provinsi dengan meraih juara 2 dalam festival dan lomba seni siswa nasional peserta didik berkebutuhan khusus (FLS2N-PDBK).
Bahkan, prestasinya terus berlanjut hingga menyandang peringkat kedua di tingkat nasional dengan mengalahkan 63 peserta lainnya yang berasal dari berbagai sekolah di Indonesia. “Alhamdulillah prosesnya cukup cepat, meskipun anaknya gampang moody tapi bisa menorehkan prestasi hebat,” ucapnya.
Baca Juga: Lewat Pembiayaan dan Pemberdayaan, BRI Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Aldi dikenal anak yang mudah bergaul di sekolah, namun, dia memiliki kepribadian yang gampang moody, yaitu sikap dan suasana hatinya sering berubah-ubah. Bahkan, jika kegiatannya saat itu tidak sesuai dengan yang dia inginkan maka tidak akan dilakukan.
Kondisi itu membuat sang guru gampang-gampang susah untuk memberikan pelatihan. Bukan soal komunikasi, melainkan menyamakan persepsi agar gerakan pantomime yang diajarkan bisa sesuai.
Meski demikian pihak sekolah tetap bangga dengan prestasi Aldi. Latihan rutin berhari-hari jelang kejuaraan tidak sia-sia. Tidak hanya itu, kedua orang tuanya juga memberikan dukungan kegiatan positif itu untuk kemajuan Aldi.
“Orang tua juga mendukung, kami juga terus berusaha melatih Aldi semaksimal mungkin. Meskipun harus mengambil video berulang kali untuk lomba tingkat nasional. Karena salah gerakan harus mengulang dari awal,” pungkas Roby Dian Darmawan Kepal SLB Bhakti Wanita Lumajang. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis