radarjember.id- Setelah empat tahun lamanya ditutup, pendakian Gunung Semeru Lumajang dipastikan bakal segera dibuka. Jaminan itu muncul setelah Pemkab Lumajang bersama pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) baru saja selesai melakukan rapat koordinasi, kemarin.
Adapun hasil rapat koordinasi itu untuk menentukan rencana tanggal pembukaan pendakian Gunung Semeru, termasuk kesiapan petugas hingga sarana prasarana pendukung. Sebab, rencananya kuota pendakian ke gunung itu bakal dibatasi maksimal 200 orang perhari.
Baca Juga: Ini Dia Calon Penunjang Poin Yogya Falcons, Sabi A Atlynbekova Curi Perhatian Nitizen
Ketua tim data evaluasi pelaporan dan kehumasan TNBTS Hendra Wirawan mengatakan, penentuan jadwal pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru tinggal menunggu izin resmi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.
“Ini tinggal menungu arahan dari Direktorat Jendral KSDAE dari kementerian saja untuk penentuan tanggalnya. Segala persiapannya juga sudah kami dipastikan siap, mulai dari petugas hingga sarana pendukung,” katanya.
Baca Juga: Satlantas Lumajang Tilang 117 Pelanggar Lalu Lintas
Pengumuman jumlah pendaki yang overload bakal diketahui saat melakukan pendaftaran. Sebab, dalam sistem pendaftaran melalui online itu secara otomatis membatasi jumlah kunjungan wisatawan maksimal 200 orang setiap hari.
“Terdapat juga batasan usia yang diberlakukan, minimal 10 tahun dan maksimal 70 tahun. Sedangkan untuk pendaki berusia di atas 70 tahun bisa melampirkan surat keterangan sehat dari dokter,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, meski nantinya sudah dibuka kembali, pendaki hanya diperbolehkan sampai batas Ranu Kumbolo. Artinya aktivitas wisatawan yang berencana ke puncak masih dilarang. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis