RANUPANI, Radar Semeru - Embun dingin pagi hari seakan menyimuti tubuh hangat yang baru saja bangkit dari terlelap. Bising suara alam di sekitar danau Ranupani, Lumajang seakan menjadi alarm indah yang menyambut para pengunjungnya. Sensasi itulah yang menjadikan wisata di ketinggian 2.100 mdpl itu masih menjadi primadona.
Semua pelancong yang datang berkunjung ke Ranupani pasti sepakat, alamnya yang asri dengan sensasi udara sejuk membuat nuansa syahdu terasa begitu candu. Utamanya bagi penggemar kesunyian alam yang memang sengaja datang untuk menenangkan jiwa dan pikiran.
Keindahan alam asri Ranupani itulah yang membuatnya tidak kalah saing dengan danau-danau alami lain di Lumajang. Keberadaannya yang berdekatan dengan wisata Ranu Regulo membuat Ranupani kadangkala juga menjadi tujuan singgah yang tidak dilewatkan.
Tidak lengkap rasanya jika singgah di Ranupani tanpa mendirikan tenda untuk sekedar menikmati nuansa alamnya yang asri. Apalagi, ketika malam tiba cahaya rembulan yang memancar menyinari air danau Ranupani seakan menyapa mengajak menari.
Pesona keindahan Ranupani tidak membuat pecintanya merasa bosan, bahkan meski sudah berkunjung berulag-ulang sekalipun. Itulah yang dirasakan salah satu pengunjung asal Jember Septi. Kunjungan kesekian kalinya ke Ranupani masih memberi kesan takjub akan pesona bentangan danau yang diketahui memiliki luas 0,75 hektare itu.
"Ini sudah kunjungan yang ke lima sepertinya, tapi memang pesonanya tidak bikin bosan. Suhu dinginnya itu menambah sensasi syahdu di alam bebas makin kerasa. Ya itu bikin saya lagi dan lagi selalu ingin berkunjung ke Ranupani," ungkapnya, ketika dijumpai beberapa waktu lalu.
Terpesona menjadi kata yang juga diungkapkan pengunjung lain asal Lumajang, Alfinas yang ditemui sedang termenung di sekitar danau. Kursi lipat di depan tenda membuatnya tampak sangat menikmati waktu santay di Ranupani.
"Indah danaunya, lokasinya asik juga buat melamun sambil nenangin pikiran yang lelah, kalau liburan biasanya selalu nyempatin buat singgah ke sini," katanya, sembari menghela nafas panjang. (has/nur)
Editor : Radar Digital