Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dinobatkan Sebagai Penari Putri Terbaik Nasional

Adeapryanis • Sabtu, 7 Desember 2024 | 19:46 WIB

SOSOK PEMIMPIN: Desy Miranti Wahyuningtyas siswa kelas IX D SMPN 1 Cadipuro Lumajang tampak ceria ketika menyabet prestasi.(SMP N 1 CANDIPURO)
SOSOK PEMIMPIN: Desy Miranti Wahyuningtyas siswa kelas IX D SMPN 1 Cadipuro Lumajang tampak ceria ketika menyabet prestasi.(SMP N 1 CANDIPURO)

radarjember.id - Sosok Desy Miranti Wahyuningtyas cukup menjadi sorotan dalam gelaran Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa Nasional (FTTPMN) Unesa 2024. Siswi kelas IX SMPN 1 Candipuro, Lumajang itu bahkan dinobatkan sebagai penari putri terbaik di kelas pelajar pada event bergengsi itu.

Bersama enam siswa-siswi lain yang tergabung dalam regu tari Solah Candika dari SMPN 1 Candipuro, Desy menampilkan tarian kreasi bernama "Ngelangagi Bully" dalam gelaran FTTPMN Unesa 2024, Sabtu (30/11) lalu. Tarian yang mengangkat tema tentang anti bullying itu juga berhasil menduduki posisi juara satu dalam kategori lomba Tari Tradisional SMP.

Baca Juga: Srikandi Lumajang, Bolak Balik Borong Emas

Capaian dua prestasi sekaligus yang ditorehkan membuat SMP N 1 Candipuro, Lumajang juga dinobatkan sebagai juara umum dalam event FTTPMN Unesa 2024. Tentunya keberhasilan itu tidak terlepas dari peran Desy sebagai seorang pemimpin regu yang berhasil membangun chemistry dengan timnya.

Pelatih dan Koreografer Tari SMN 1 Candipuro Arif Wicaksono Dwi Aryandi menjelaskan, sosok Desy Miranti Wahyuningtyas dikenal sebagai siswa didik aktif yang diakui sangat berprestasi di berbagai bidang.

"Ini anaknya selain cerdas di akademik sekolah, di luar akademik juga oke, dia juga tergabung dalam beberapa ekskul, tapi fokusnya lebih ke tari. Jadi anaknya memang tidak pernah ada masalah, sangat sopan juga kepada guru," ungkapnya, ketika dikonfirmasi.

Baca Juga: Rivan Nur Mulki Pastikan Tak Main di Proliga 2025, Apa Kira-Kira Sebabnya?

Sebagai sosok yang dikenal cerdas dan berbakat, Desy rupanya masih memiliki kekhawatiran sendiri ketika mengikuti lomba di ajang bergengsi tersebut. Lawannya juga tidak main-main, ada 23 regu tari lain dari sejumlah kabupaten/kota di Jatim dalam kategori lomba yang sama.

Sempat dihantui kecemasan sendiri tidak membuat Desy ciut, dia pede dengan persiapan matang yang sudah dilakukan bersama regunya. Berkat kekompakan yang sudah terbangunnya sebagai pemimpin regu, penantang dari regu lain berhasil ditumbangkan.

"Awalnya sempat takut liat penampilan dari regu lain, ada yang bagus-bagus, tidak sangka bisa menang. Itu juga bisa dinobatkan sebagai penari putri terbaik berkat sering latihan yang sudah dilakukan, pokoknya senang rasanya," kata Desy, bercerita tentang usahanya bersama timnya. (has/bud)

Editor : Adeapryanis
#penari #Anak Hebat #Lumajang