radarjember.id - Tidak banyak yang tahu tanaman eceng gondok rupanya bisa menjadi ladang cuan dengan penghasilan puluhan juta. Peluang untuk menghasilka pundi-pundi cuan dari bahan baku eceng gondok itu salah satunya sudah dimanfaatkan di Desa/Kecamatan Gucialit, Lumajang.
Eceng gondok dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti sarang burung, topi, hingga hiasan lampu. Bahkan peminat kerajinan dari eceng gondok Lumajang sudah menjangkau pasar internasional.
Baca Juga: Demonstrasi Warga Kasiyan Timur Berujung Mediasi: PT Imasco Siap Penuhi Tuntutan Perbaikan Jalan dan CSR
Tanaman eceng gondok biasanya hanya tumbuh liar bahkan dianggap sebagai hama karena mengganggu tanaman konsumsi yang tumbuh di rawa-rawa. Melihat banyak tanaman eceng gondok yang tidak dimanfaatkan, Nur Hasan seorang warga di Desa/Kecamatan Gucialit, Lumajang mulai resah.
Sejak 2023 lalu, keresahan itu diubah menjadi peluang, dia mulai membuat kerajinan tangan sarang burung dari eceng gondok.
"Awalnya liat tanaman eceng gondok yang tidak dimanfaatkan bahkan sudah seperti hama itu rasanya kok resah. Saya pikir daripada menumpuk jadi sampah, lebih baik coba buat diolah jadi kerajinan," katanya.
Upaya dari hasil coba-coba itu mulai menghasilkan pundi-pundi cuan bagi Nur Hasan. Kerajinan tangan berbentuk sarang burung yang digagasnya itu ternyata memiliki banyak peminat, bahkan dapat menembus pasar internasional.
Beberapa negara mulai berlangganan mengirimkan permintaan ekspor hasil kerajinan tangan dari eceng gondok. Tak main-main, dalam sebulan permintaan pengiriman ekspor bisa dilakukan sebanyak dua kali ke beberapa negara.
Hasil karya dari kerajinan eceng gondok itu dibandrol dengan harga mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Jumlah omset setiap bulan yang dapat diperoleh mencapai Rp 20 juta.
"Kalau sekarang bisa ekspor sampai ke beberapa negara di Eropa, seperti Turki dan Prancis. Kerajinan sarang burung ini juga banyak peminatnya di pasar lokal, dari daerah Bali biasanya buat jadi suvenir,” pungkasnya. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis