RADAR JEMBER – Letusan dahsyat Gunung Semeru mengguncang wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang pada 4 Desember 2021. Letusan ini menewaskan sedikitnya 51 orang, sementara 169 lainnya terluka dan 22 orang masih dinyatakan hilang. Sebagian besar korban mengalami luka bakar parah akibat aliran piroklastik yang melanda kawasan sekitar.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan besar di sejumlah fasilitas, termasuk Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Lumajang dan Malang. Jembatan ini terputus oleh lahar dingin yang mengalir deras dari gunung. Selain itu, lebih dari 5.200 rumah dan beberapa bangunan umum turut rusak akibat terjangan material vulkanik.
Gunung Semeru, yang merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut, memang dikenal aktif. Letusan pada Desember 2021 ini adalah bagian dari rangkaian aktivitas vulkanik yang telah terjadi sejak letusan besar pertama kali tercatat pada tahun 1818.
Sejak itu, gunung ini terus mengalami erupsi, baik yang besar maupun kecil, termasuk letusan-letusan signifikan pada tahun 1941, 1942, 1945, dan lebih baru lagi pada 2021.
Letusan 4 Desember adalah letusan besar terbaru setelah sejumlah letusan kecil pada Januari 2021 yang tidak menelan korban jiwa.
Para ahli menjelaskan bahwa letusan kali ini dipicu oleh runtuhnya kubah lava di kawah puncak Semeru. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut mengikis material vulkanik, menyebabkan kubah lava yang terbentuk dari letusan sebelumnya menjadi tidak stabil. Runtuhnya kubah tersebut memicu terjadinya aliran piroklastik yang bergerak cepat menuruni lereng gunung, membawa material panas yang menghancurkan segala yang dilaluinya. Diperkirakan, letusan ini mengeluarkan semburan setinggi 11 hingga 45 km.
Kawasan sekitar Semeru, yang dikenal dengan keindahan danau-danau seperti Ranu Kumbolo dan Ranu Pani, kini menyisakan duka mendalam bagi para korban. Meski begitu, masyarakat dan pemerintah setempat terus berupaya melakukan evakuasi dan penanganan, sambil memantau aktivitas vulkanik Semeru yang masih belum stabil.
Tips Menghadapi Letusan Gunung Berapi:
- Waspadai tanda-tanda peringatan: Aktivitas vulkanik seperti gempa bumi kecil, asap yang meningkat, atau suara gemuruh bisa menjadi tanda letusan. Selalu perhatikan peringatan dari otoritas setempat dan pusat vulkanologi.
- Evakuasi cepat: Jika tinggal di daerah rawan bencana, segera ikuti petunjuk evakuasi yang diberikan oleh pihak berwenang. Pahami jalur evakuasi dan lokasi tempat perlindungan sementara.
- Persiapkan kit darurat: Siapkan perlengkapan seperti masker penutup debu, air minum, makanan tahan lama, pakaian hangat, obat-obatan, dan salinan dokumen penting. Ini sangat berguna jika Anda terpaksa mengungsi.
- Jauhkan diri dari aliran piroklastik: Jangan mencoba untuk mendekati kawah atau daerah aliran piroklastik, karena material vulkanik dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan sangat berbahaya.
- Perhatikan kualitas udara: Partikel debu vulkanik bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Menggunakan masker atau penutup wajah dapat membantu melindungi saluran pernapasan Anda.
- Tetap terinformasi: Ikuti informasi dari badan meteorologi, geofisika, dan lembaga pemerintah untuk mendapatkan update terkini mengenai status gunung berapi dan potensi bahaya.
- Jaga kewaspadaan terhadap lahar: Setelah letusan, hujan deras dapat memicu aliran lahar dingin yang sangat berbahaya. Waspadai lahar yang dapat menghancurkan bangunan dan infrastruktur.
Editor : Radar Digital