radarjember.id - Edukasi petani tembakau di Kabupaten Lumajang ternyata banyak membawa dampak positif dalam meningkatkan produksi. Bahkan tidak sedikit petani yang berinovasi dengan menggunakan sistem organik, seperti di Kecamatan Kunir.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang, Dwi Wahyono menyampaikan, jika edukasi dilakukan terutama bagi petani tembakau yang tergabung dalam kelompok tani.
"Penggunaan pupuk Phonska tidak boleh digunakan untuk tembakau. Sebab, mengandung Clore, termasuk penggunaan urea berlebih. Itu tidak semua petani paham,” ucapnya.
Baca Juga: SIMAK! Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru Tahun 2025
Hal sederhana itu, ternyata bisa menjaga kualitas hasil produksi tembakau. Bukan itu saja, ada petani yang mulai berinovasi dengan menggunakan cara organik untuk perawatannya. Selain lebih hemat, ternyata efektif menanggulangi keluhan petani terkait kondisi tanaman tembakau.
Seperti penggunaan asam amino, POC maupun PGPR yang lebih ramah lingkungan dan bisa meningkatkan Ph tanah. "Penyakit trip menjadi musuh tahunan petani tembakau, karena mudah menular dari tanaman sekitar, ternyata hal ini bisa diobati dengan asam amino buatan sendiri," pungkasnya.
Baca Juga: Bebas Polusi, UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa dan Dosen Peduli Lingkungan dengan Tanam Pohon
Sejauh ini daerah yang memiliki kualitas produksi baik baru beberapa, diantaranya Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro dan Desa Pulo, Kecamatan Tempeh dan lain-lain. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis