Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Semeru Terus-Terusan Erupsi

Adeapryanis • Sabtu, 30 November 2024 | 12:39 WIB

 

LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

radarjember.id - Gunung Semeru Lumajang kembali tercatat memuntahkan beberapa kali erupsi dengan letusan tertinggi mencapai 800 meter, Jumat (29/11). Hingga kini status aktivitasnya yang masih berada di level II (waspada) masih harus diwaspadai potensi bencananya.

Aktivitas vulkanis berupa erupsi dilaporkan terjadi pada pukul 00.08 WIB hingga pukul 07.34 WIB. Total Gunung Semeru dilaporkan memuntahkan erupsi sebanyak 20 kali dengan ketinggian bervariasi. Kemudian, erupsi yang memiliki ketinggian 800 meter dilaporkan terjadi pada pukul 05.47 WIB.

Baca Juga: UPDATE SEMERU-Dua Kali Muntahkan Erupsi Sejauh 1 Kilometer

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut," terang Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulisnya, di Lumajang.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, erupsi yang terjadi masih dalam kategori normal bagi gunung api aktif seperti Semeru. Selain itu, tidak ada dampak yang diterima dari aktivitas erupsi itu.

“Erupsi yang terjadi masih dalam batas normal, begitu juga aktivitas masyarakat masih terpantau berjalan normal, tidak ada laporan dampak yang diterima,” terangnya singkat.

Baca Juga: UPDATE SEMERU! Gunung Semeru Kembali Alami Erupsi, Ini Datanya

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan hingga sejauh 8 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat, utamanya penambang juga dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

"Itu karena bisa berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Jadi, tetap harus waspada dengan potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru," pungkasnya. (has/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#gunung semeru erupsi #gunung semeru dimana