radarjember.id - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) menjadi wadah bagi semua kalangan usia mengikuti olahraga tradisional yang masih diminati saat ini. Meski baru pertama kali mengikuti Forda II Jatim, tapi pihaknya berharap ini menjadi kesempatan dan peluang emas untuk mendapatkan medali emas.
Total sudah ada 20 inogra yang tergabung di Kormi Lumajang. Hanya saja, baru 9 inogra yang ikut bertanding. Dengan total 71 atlet. Rinciannya Akti (3 atlet), Perpatri (15 atlet), TBI (3 atlet), YPOK (6 atlet), Porgasi (3 atlet), FPTI (12 atlet), INASSOC (2 atlet), ULD (17 atlet), dan push bike (10 atlet).
Baca Juga: Kondisi Banjir di Tempurejo Jember, Sejumlah Pihak Gercep Bagi-bagi Nasi Bungkus
Menurut sekretaris Kormi Lumajang Galih Permadi mengaku jika kejuaraan ini baru pertama kali diikuti oleh Kormi Lumajang. Tak muluk-muluk soal medali, pihaknya hanya menargetkan masuk tingkat 10 besar.
“Tracking saja sih. Kita kepinginnya 10 besar dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timue. Dengan kondisi kami yang tidak memiliki anggaran di 2024. Karena semuanya murni dukungan dari internal,” ucapnya saat ditemui langsung.
Dia menambahkan jika ajang ini sebagai festival dan hiburan. Mereka yang ikut diharapkan bisa beralaga secara apik dan maksimal. Sehingga bisa dilirik banyak orang untuk menambah jumlah atlet disetiap inogra.
Baca Juga: TERBARU - Ada Longsor di Jalan Menuju Bandealit Jember, Berikut Titik Longsornya
“Karena kita fokus ke rekreasi bukan prestasi, harapannya kedepan bahasa kiya pemasalan jadi semakin banyak anggota disetiap inogra yang ada di Kormi Lumajang “pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis