radarjember.id - Hujan deras yang melanda kawasan dataran tinggi Lumajang, Rabu (20/11) sore menyebabkan banjir lahar kembali dimuntahkan Gunung Semeru. Material vulkanis berupa pasir, lumpur, hingga bebatuan yang dibawa banjir sempat menghantam aliran Sungai Besuk Lengkong dan Besuk Kobokan di Kecamatan Pronojiwo.
Berdasarkan laporan dari Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru, getaran banjir terekam memiliki amplitudo maksimal (amak) hingga mencapai 16 milimeter. Untungnya, para penambang pasir yang beraktivitas di sekitar aliran lahar masih sempat menepi ketika bencana melanda.
Baca Juga: Ini Olahraga Yang Bisa Atasi Stress
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan, banjir lahar hujan Gunung Semeru tidak sampai menimbulkan korban, hanya saja jalur alternatif Lumajang - Malang melalui Curah Kobokan sempat ditutup sementara.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya, utamanya bagi yang beraktivitas di kawasan aliran lahar. Terlebih lagi dalam beberapa hari belakangan hujan dengan intensitas sedang hingga deras terus melanda kawasan puncak.
"Kami minta untuk masyarakat ini memperhatikan peringatan dini, baik dari petugas di pos Gunung Sawur, atau pos pantau Curah Kobokan," kata Patria Dwi Hastiadi, Kamis (21/11) ketika dikonfirmasi.
Baca Juga: Pilkada Lumajang, Bunda Indah-Mas Yudha Bakal Berikan Kerja Nyata
Sebagai penanganan, masyarakat juga diimbau untuk bisa melakukan evakusi secara mandiri jika keadaan darurat seperti banjir melanda. Utamanya bagi penambang yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.
"Tentunya masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai, diharapkan bisa melakukan evakuasi mandiri ke tempat-tempat lebih aman jika sudah ada peringatan," tambahnya. (has/fid)
Editor : Adeapryanis