radarjember.id - Melimpahnya produksi tembakau di pelbagai daerah, termasuk Lumajang, membuat PT Aliance One Indonesia (AOI) menunda pembelian cukup lama. Lebih dari tiga pekan. Sedangkan sisa hasil panen tembakau milik petani mitra yang belum dibeli mencapai puluhan ton.
Informasinya, gudang tembakau yang diletakkan di gudang Bulog Sumbersuko mengalami overload. Kiriman tembakau dari petani melimpah. Sehingga, pihak perusahaan merencanakan pembelian tembakau dari petani mitra itu bakal diletakkan langsung ke gudang di Mojokerto.
Baca Juga: Ini Solusi Pemkab Lumajang Tingkatkan Ketahanan Pangan lewat Program Budidamber
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang Dwi Wahyono mengatakan, pihaknya meminta komitmen perusahaan untuk segera melakukan pembelian tembakau dari petani mitra. Sebab, permintaan tembakau dari perusahaan telah dipenuhi oleh petani.
“Penundaannya mulai tanggal 29 Oktober 2024 lalu. Kebutuhannya juga telah dipenuhi oleh petani. Bahkan, petani sudah menyiapkan tembakau rajangan kasturi sesuai dengan permintaan PT AOI, 40 ton. Kalau lama dibiarkan nanti harganya turun, apalagi belakangan ini musim hujan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno Wulan Andari telah mengirimkan surat kepada perusahaan tentang permintaan keberlanjutan pembelian tembakau rajangan kasturi. Harapannya, komitmen kemitraan terus dijaga.
Baca Juga: Bawaslu Lumajang Mulai Mitigasi Potensi Kerawanan Pilkada
“Membeli sisa produksi tembakau petani mitra PT AOI sebagaimana komitmen perusahaan dengan petani. Mengharapkan untuk waktu pembelian tembakau rajangan kasturi paling lambat minggu depan. Yakni tanggal 25 November 2024, karena tembakau sudah siap kirim,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis