Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE SEMERU! Gunung Semeru Kembali Alami Erupsi, Ini Datanya

Adeapryanis • Kamis, 21 November 2024 | 16:05 WIB

LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

 

radarjember.id - Kolom letusan abu yang membumbung setinggi 900 meter di atas puncak menjadi gambaran dari aktivitas erupsi Gunung Semeru Lumajang, Rabu (20/11). Kembali terjadinya erupsi sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Sigit Rian Alfian menerangkan, erupsi setinggi 900 meter itu terjadi pada pukul 06.29 WIB. Kolom abu dilaporkan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Baca Juga: Gunung Semeru Keluarkan 93 Kali Erupsi Selama 24 Jam

“Terjadi erupsi Gunung Semeru setinggi 900 meter di atas puncak pada pukul 06.29 WIB, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter berdurasi 119 detik,” katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu, di Lumajang.

Selain itu selama periode pengamatan sejak pukul 00.00 hingga 11.34 WIB, aktivitas vulkanik berupa erupsi dilaporkan terjadi sebanyak lima kali dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 500 meter, 800 meter, hingga tertinggi sejauh 900 meter. Menyikapi itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam batas yang sudah ditetapkan.

Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, secara spesifik gerak-gerik terjadinya bencana Gunung Semeru, seperti lahar dingin tidak diketahui. Sehingga, masyarakat khususnya penambang diimbau agar terus menjaga kesiagaan.

Baca Juga: Lydia Onic Woles Menanggapi link Video Syur 12 Menit yang Menimpa Dirinya

“Tetap kita pantau dari pos pantau yang ada di gunung sawur, atau pos pantau di curah kobokan, tapi masyarakat, penambang, ataupun pekerja, paling tidak kita harus ada batas tertentulah, di tepi sungai sampai 500 meter tidak ada aktivitas tambang,” ungkapnya.

Informasi lain, sepanjang periode pengamatan, Selasa (19/11) sejak pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIBI, PPGA juga mencatat terjadi sebanyak 81 gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10 hingga 22 milimeter berdurasi 142 detik. (has/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#erupsi semeru #Gunung Semeru