radarjember.id - Gunung Semeru Lumajang kembali mengalami erupsi, Selasa (12/11). Aktivitas erupsi kali ini memiliki jarak luncur abu vulkanis mencapai 800 meter dari puncak. Erupsi itu terjadi pada pukul 09.03 WIB, warna kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju arah barat daya.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom abu 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," ungkap Petugas Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru Liswanto, dalam laporan tertulisnya.
Aktivitas vulkanis berupa erupsi sebelumnya juga dilaporkan terjadi beberapa kali. Erupsi pertama terjadi pukul 01.47 WIB dengan tinggi kolom abu 500 meter. Kemudian disusul erupsi kedua pada pukul 02.21 WIB dengan ketinggian kolom abu 700 meter. Tepat pukul 08.27 WIB erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu 400 meter.
Baca Juga: Ide Brilian Santri SMA Nuris Jember Juarai KTI Nasional Wujudkan Net Zero Emission dengan Mikroalga
Kemudian, Liswanto kembali melaporkan, erupsi susulan Gunung Semeru pada pukul 09.19 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Serta erupsi pada pukul 11.41 WIB yang tidak teramati secara visual letusan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan, hingga saat ini status Gunung Semeru masih berada di level II (waspada). Sehingga, terjadinya beberapa letusan erupsi sejak, Senin malam hingga, Selasa patut diwaspadai.
"Ini tercatat ada 15 kali erupsi sejak malam hari hingga pagi, Selasa, ketinggiannya bervariasi mulai dari 300 meter sampai 1.000 meter," terangnya, Selasa (12/11), di kantor BPBD Lumajang.
Intensitas curah hujan tinggi membuat masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap banjir lahar Gunung Semeru yang bisa datang secara tiba-tiba.
Baca Juga: BEGINI Cerita Menajubkan Dari SMPN 1 Ambulu Jember yang Gelar Drama Kolosal di Hari Pahlawan
"Seperti kemarin sore (Senin, Red) telah dilaporkan terjadi getaran banjir dengan amplitudo maksimal tujuh milimeter sampai yang terbesar itu 32 milimeter. Ini berpotensi terjadi banjir yang membawa material vulkanik yang menumpuk di kawah, sehingga membahayakan di seluruh aliran sungai, khususnya DAS curah kobokan," pungkasnya. (has/fid)
Editor : Adeapryanis