Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

WADUH! Gunung Semeru Dua Kali Erupsi Setinggi 1 Kilometer

Adeapryanis • Selasa, 12 November 2024 | 01:53 WIB

LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
LETUSAN: Visual Gunung Semeru terpantau dari kawasan Bumi Semeru Damai (BSD) mengeluarkan erupsi, Senin pagi. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

 

radarjember.id - Alarm siaga kembali ditunjukan Gunung Semeru Lumajang lewat aktivitas vulkanisnya, Senin (11/11). Erupsi yang membentuk kolom abu setinggi satu kilometer di atas puncak dimuntahkan sebanyak dua kali dari kawah Jonggring Saloko.

Letusan pertama dengan jarak luncur satu kilometer terjadi pukul 03.35 WIB dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu intensitas tebal ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter berdurasi 122 detik.

Baca Juga: Usai Viral Sosok Selingkuhan Bimo Aryo Masih Beraktivitas Seperti Biasa? WAH

Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Gufron Alwi menerangkan, erupsi setinggi satu kilometer kembali terjadi pada pukul 01.47 WIB dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya.

"Erupsi Gunung Semeru pukul 03.35 WIB teramati memiliki ketinggian kolom abu 1.000 meter, terekam di seismograf dengan amplitudo masksimal 22 milimeter berdurasi 122 detik. Hingga kini statusnya masih berada di level II (waspada)," ungkapnya, dalam keterangan tertulis.

Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, erupsi yang kembali terjadi masih dalam skala normal bagi Gunung Semeru, sehingga tidak sampai menimbulkan dampak.

Baca Juga: Teruji dan Berprestasi, Denny Caknan Doakan Khofifah-Emil Pimpin Jatim Dua Periode

Meski begitu, layaknya gunung api aktif lain, potensi bencana yang dapat disebabkan patut diwaspadai masyarakat. Sehingga, masyarakat, utamanya penambang harus tetap mematuhi jarak rekomendasi batas yang telah ditetapkan.

"Bagi penambang agar tidak beraktivitas di aliran DAS curah kobokan, lokal ataupun berijin. Karena kita tidak mengetahui gerak-gerik lahar dingin, meski begitu tetap kita pantau. Paling tidak, ada batas yang harus dipatuhi, tidak ada aktivitas tambang di tepi sungai sejauh 500 meter," ungkapnya, Senin (11/11).

Informasi lain, selama periode pengamatan, Minggu (10/11) sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WIB dilaporkan juga telah terjadi sebanyak 93 kali gempa letusan. Kemudian terjadi juga satu kali gempa Awan Panas Guguran, tujuh kali gempa guguran, serta empat kali gempa hembusan. (has/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#gunung semeru dimana #erupsi semeru #Gunung Semeru