radarjember.id - Memasuki musim penghujan, Pemkab Lumajang mulai memetakan dampak potensi banjir. Terutama sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi langganan bencana tersebut. Beberapa kerawanan sudah dilakukan antisipasi.
Sebelumnya, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni meninjau beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir. Di antaranya, sejumlah wilayah yang berada di Kecamatan Sukodono. Berikutnya, saluran air yang terdapat di tiga desa di Kecamatan Tempeh.
Baca Juga: Bersinar di Negeri Ginseng, Berapa Sebenarnya Tinggi Megawati Hangestri? INI FAKTANYA
Indah Wahyuni menjelaskan, sebagian besar sungai yang berada di Lumajang tidak memiliki tanggul. Hanya ada beberapa titik yang dibangun tanggul lantaran menjadi lokasi rawan terjadi banjir. Rencananya, beberapa titik yang berpotensi memicu banjir bakal ditangani.
“Saya melihat kondisi sungai-sungai. Di Biting itu kan di normalisasi, saya lihat. Itu di Curah Menjangan, itu di Ponpes Maliki itu ternyata kontur tanahnya memang subur. Sehingga kalau terkena hujan sedikit akan longsor. Kondisi sungai tidak ada tangguulnya. Kita lihat lakukan penanganan pertama dulu,” katanya.
Selain itu, mengenai penanganan tiga dam yang mengalami kerusakan akibat bencana erupsi beberapa waktu lalu, pihaknya bakal segera melakukan penanganan. Langkah pertama dengan melakukan kajian saluran irigasi dan saluran pengendali banjir yang memungkinkan.
Baca Juga: Kejari Lumajang Musnahkan BB dari 15 Tindak Pidana Umum
“Saya minta ada kajian terkait mana yang bisa memberikan manfaat lebih besar dengan biaya yang bisa ditekan. Bukan mencari yang murah tetapi kita harus bisa tekan anggaran untuk pembangunan ini karena kondisi APBD kita yang terbatas sehingga ini yang juga perlu kita carikan solusi,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis