Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Deflasi Sudah Terjadi, Tapi Solusi Masih Dikaji

Adeapryanis • Selasa, 5 November 2024 | 01:47 WIB

KUALITAS: Seorang kuli petik cabai rawit di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir memperlihatkan kondisi buah cabai yang berkualitas baik. Sayangnya, harganya saat ini anjlok. (MUHAMMAD HASBI/RAME )
KUALITAS: Seorang kuli petik cabai rawit di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir memperlihatkan kondisi buah cabai yang berkualitas baik. Sayangnya, harganya saat ini anjlok. (MUHAMMAD HASBI/RAME )

radarjember.id- Mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja cabai menjadi salah satu solusi yang telah dilakukan Pemkab Lumajang atas turunnya harga cabai merah besar.

Tampaknya upaya serupa juga dibutuhkan untuk penanganan terhadap anjloknya harga cabai rawit merah yang mulai terjadi.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Misari menjelaskan, anjloknya harga cabai rawit merah menjadi masalah baru yang masih dalam upaya pengkajian untuk dilakukan penanganan agar petani tidak merugi.

Baca Juga: Menyikapi Pegawai Non-ASN Gagal Seleksi CPNS dan PPPK, Pemkab Lumajang Pastikan Tenaga Honorer Tetap Diakui

"Ini penurunan harga cabai rawit merah memang masih belum kita cek, tapi menyikapi itu tentunya upaya seperti mewajibkan ASN belanja cabai bisa menjadi salah satu respon serupa," ungkapnya, Senin (4/11), melalui sambungan telepon.

Selain itu, anjloknya harga cabai rawit merah dirasa menjadi masalah harga yang memang sulit dikendalikan. Terlebih lagi kebiasaan petani yang secara bersamaan melakukan tanam cabai rawit ketika hujan mulai turun juga menjadi situasi tak terkontrol. Sehingga, menyebabkan stoknya melimpah.

Permasalahan serupa disebut juga dialami sejumlah wilayah di Jatim. Sehingga, beberapa wilayah memang sudah diprediksi akan mengalami penurunan harga atau deflasi ketika memasuki bulan oktober hingga november 2024.

Baca Juga: TERUNGKAP LAGI! Fakta Terbaru Soal Ruko Lokasi Pembunuhan Sang Ayah Oleh Anaknya di Jember

"Tapi prediksi ada deflasi itu ketika tidak ada hujan, sebab harusnya jika hujan secara terus menerus justru cabai rawit ini bisa saja mati. Tapi saat ini stoknya memang melimpah, di Lumajang itu dalam sehari saja bisa lebih dari 10 truk cabai," tambah Misari. (has/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#deflasi #cabai ancam inflasi #Lumajang