radarjember.id - Sejak tiga pekan terakhir, harga komoditas cabai merah besar di Lumajang anjlok. Kondisi itu membuat pemerintah setempat mewajibkan pegawai honorer dan aparatur sipil negara (ASN) berbelanja cabai milik petani. Mereka terlihat ramai-ramai memborong cabai murah setelah kegiatan apel pagi, Rabu (30/10) kemarin.
Saat ini harga cabai merah besar di kalangan petani hanya dipatok Rp 5.000 per kilogram. Sangat jauh dari break even point (BEP) atau titik balik modal yang seharusnya berkisar Rp 15.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar di pasaran dipatok hingga Rp 20.000 per kilogramnya.
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menjelaskan, anjloknya harga cabai merah besar secara otomatis menyebabkan deflasi hingga sebesar 0,38. Sehingga, gerakan ASN belanja cabai dari petani harus dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan harga.
"Ini kebetulan sekarang Lumajang lagi panen raya cabai. Otomatis ketersediaan barang banyak di pasaran, tapi daya beli dan jualnya tidak ada. Ini yang dibantu dengan menggerakkan ASN memborong cabai supaya petani mendapatkan tambahan penghasilan," terangnya, Rabu.
Gerakan ASN belanja cabai dari petani dipatok dengan harga Rp 10.000 per kilogramnya. Harga yang dipatok memang masih lebih rendah ketimbang BEP para petani. Meski begitu, selisih harga dilakukan agar para petani bisa mendapatkan untung, tapi tidak memberatkan pegawai yang memborong.
"Harganya kita ambil titik tengahnya. Kalau di petani harganya Rp 5.000, di sini kita naikkan Rp 10.000. Memang masih di bawah harga pasar Rp 20.000, supaya pendapatan petani juga meningkat," tambahnya.
Informasi lain, jumlah cabai yang diborong dari petani oleh Pemkab Lumajang mencapai satu ton. Hasil panen raya itu diambil dari tiga wilayah, meliputi Kecamatan Pasrujambe, Senduro, dan Pasirian. Aksi borong cabai dari petani nantinya direncanakan digelar kembali untuk masyarakat umum.
"Nantinya ini kita rencanakan untuk dibuka umum, agar stabilitas harga tetap terjaga. Sehingga gerakan ini akan menular ke masyarakat. Apalagi seperti cabai ini jika tidak segera diolah bisa cepat rusak," pungkasnya. (has/c2/fid)
Editor : Adeapryanis