Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE GUNUNG SEMERU - Sehari Semalam 75 Kali Gempa Letusan

Adeapryanis • Selasa, 29 Oktober 2024 | 19:07 WIB

 

VISUAL: Kondisi Gunung Semeru sedang melakukan aktivitas vulkanis berupa erupsi.
VISUAL: Kondisi Gunung Semeru sedang melakukan aktivitas vulkanis berupa erupsi.

radarjember.id - Gunung Semeru Lumajang kembali menunjukan aktivitas vulkanik berupa erupsi, Senin (28/10). Kolom letusan abu teramati secara visual membumbung setinggi 800 meter dari kawah Jonggring Saloko.

Jumlah erupsi dilaporkan terjadi sebanyak tiga kali selama sembilan jam dimulai sejak pukul 00.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Baca Juga: BERIKUT Manfaat Tersenyum Bagi Tubuh

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.34 WIB dengan ketinggian letusan mencapai 100 meter di atas puncak. Erupsi kemudian kembali terjadi pada pukul 08.06 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 400 meter meter di atas puncak. Letusan erupsi ketiga terjadi pada pukul 09.51 WIB mencapai 800 meter.

Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Sigit Rian Alfian menyampaikan, erupsi setinggi 800 meter terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi 119 detik.

“Erupsi dengan ketinggian 800 meter terjadi pada pukul 09.51 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu intensitas tebal ke arah barat,” terangnya secara tertulis, di Lumajang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi membenarkan erupsi yang terjadi, Senin pagi. Erupsi yang terjadi dilaporkan masih dalam kategori normal bagi gunung api aktif Semeru. Tidak ada dampak akibat letusan erupsi.

Baca Juga: Profil Ratu Sofya dan Jenjang Karir Didunia Hiburan

“Erupsi tadi pagi terlihat, tapi masih normal dan tidak ada dampak, masyarakat juga masih beraktivitas seperti biasa,” terangnya.

Informasi lain, selama 24 jam pengamatan pada, Minggu (27/10) sejak pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, PPGA Semeru juga mencatat terjadi sebanyak 75 kali gempa letusan. Tercatat juga terjadi sebanyak 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 milimeter berdurasi 44-101 detik.

Masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Selalu perhatikan imbauan dan rekomendasi dari petugas pos pantau yang terus memberikan laporan tentang aktivitas Gunung Semeru," pungkas Patria. (has/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#Semeru #Gunung Semeru #Lumajang