radarjember.id - Menyisir hutan yang berpotensi untuk ditanami ganja menjadi langkah antisipasi yang akan dilakukan pihak Perhutani di wilayah Lumajang. Tujuannya jelas, untuk mencegah kemunculan ladang ganja baru yang sebelumnya ditemukan tumbuhsuburkan dalam kawasan hutan rapat.
Wilayah potensial yang dirasa menjadi lokasi strategis untuk tanaman ganja bisa ditumbuhsuburkan tanpa terdeteksi disebut terletak pada kawasan hutan rapat yang berbatasan langsung antara Perhutani dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Baca Juga: Klarifikasi Jawa Pos Radar Jember Atas Pemberitaan yang Berjudul Insentif Guru Ngaji, April 2024
Kepala Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Probolinggo - Lumajang Aki Leander Lumme menjelaskan, wilayah perbatasan antara Perhutani dengan TNBTS yang didominasi dengan tebing curam yang sulit dijangkau membuatnya cukup potensial sebagai lokasi untuk ditamani ganja.
“Jadi, wilayah-wilayah potensial itu ada diperbatasan dengan wilayah-wilayah taman nasional. Biasanya begitu, khusus taman nasional itu wilayahnya kan curam-curam ya, itu yang sulit dijangkau,” ungkapnya.
Temuan kasus ladang ganja di lereng Gunung Semeru di kawasan TNBTS belum lama ini menjadi salah satu bukti. Sebab terletak jauh dari jangkauan aktivitas manusia. Terletak di dalam hutan rapat yang dikelilingi pepohonan rimbun.
“Kasus yang barusankan lokasinya susah dijangkau, mungkin itu yang membuat mereka (tersangka) merasa sulit dijangkau, sehingga tidak mungkin orang datang ke situ,” tambahnya.
Hingga kini temuan ladang ganja yang terletak di dalam kawasan hutan milik Perhutani diklaim nihil.
“Nihil dalam beberapa bulan terakhir. Kemudian temuan kemarin bukan berada di kawasan perhutani,” bebernya.
Upaya penyisiran ulang wilayah hutan yang berpotensi untuk ditanami ganja akan terus dilakukan sebagai pencegahan.
“Kami akan lakukan patroli bersama jajaran Perhutani sub Lumajang, BKPH Senduro, Pasirian, Pronojiwo, yang wilayahnya berbatasan dengan TNBTS. Tentu juga akan dilakukan koordinasi untuk melakukan patroli bersama dengan jajaran TNBTS juga,” kata Aki Leander Lumme. (has/fid)
Penulis: Muhammad Hasbi MZ
Redaktur : Abdul Hafid Asnan
Editor : Adeapryanis