Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Cara Sekolah di Lumajang, Ajarkan Generasi Muda Menjaga Kelestarian Cagar Budaya

Adeapryanis • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 16:05 WIB

KUNJUNGAN: Siswa-siswi Lumajang ketika mengunjungi candi agung di Desa Randuagung. Mereka tampak asik belajar sejarah dan budaya lokal. (DISKOMINFO LUMAJANG)
KUNJUNGAN: Siswa-siswi Lumajang ketika mengunjungi candi agung di Desa Randuagung. Mereka tampak asik belajar sejarah dan budaya lokal. (DISKOMINFO LUMAJANG)

radarjember.id - Mengenalkan sejarah lewat kegiatan edukatif dapat menjadi proses pembelajaran baru yang baik bagi siswa didik. Seperti kegiatan menjelajah Candi Agung di Desa Randuagung, Lumajang misalnya. Sejumlah pelajar diajak untuk lebih mengenal sejarah lokal yang ada di Kota Pisang.

Kesempatan untuk mengenal kearifan lokal yang ada di Lumajang itu didapatkan oleh 72 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gucialit. Mereka menjalani tahapan program projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dengan cara yang asik. Menjelajahi sejarah dan budaya yang ada di Candi Agung.

Baca Juga: Dorong Generasi Muda Miliki Hunian Layak BTN Syariah Jember Serahkan Dana Kebajikan Nasabah BTN Syariah Rp 96 Juta ke Ponpes Baitul Arqom

Tim Museum Daerah Siyono Hadi Kurniawan menjelaskan, memberikan kesempatan kepada siswa secara langsung untuk mengobservasi peninggalan sejarah Lumajang di Candi Agung dapat menjadi cara yang efektif dan menyenangkan.

Selain dapat mengamati struktur bangunan candi, mereka juga bisa mendapatkan penjelasan langsung mengenai sejarah, fungsi, dan makna yang terdapat pada candi.  Sehingga mereka akan belajar lebih dalam dengan sejumlah informasi baru yang belum diketahui.

"Melalui observasi langsung seperti ini, para siswa-siswi dapat mempelajari nilai-nilai sejarah, seni, dan budaya yang terkandung di dalamnya secara lebih mendalam," katanya.

Guru SMP Negeri 1 Gucialit Yepta Putra Ferdiansyah mengatakan, kegiatan kunjungan di situs sejarah Lumajang menjadi pembelajaran yang bermanfaat bagi para generasi muda. Utamanya bagi pelajar dalam memahami kearifan lokal dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Baca Juga: Progres Tol Probowangi: Pembangunan Paket 1 Gending-Kraksaan Capai 75%, Siap Rampung Akhir Tahun

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai dapat menumbuhkan kebanggaan para pelajar terhadap kekayaan budaya daerahnya. Sehingga juga bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian cagar budaya.

"Dengan mengenal sejarah lokal secara langsung, siswa-siswi tentunya dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa," pungkasnya. (has/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#cagar alam #cagar budaya #Lumajang