radarjember.id-Yosowilangun Kidul menjadi salah satu wilayah yang menjadi sentra akan hasil tembakau bagi wilayah Lumajang. Kini, wilayah itu secara perdana dipilih sebagai lokasi untuk pengembangan tanaman bawang merah. Langkah itu diklaim bisa menjadi solusi alternatif jika komoditi tembakau mengalami gagal panen.
Hal itu diungkapkan Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hendra Suwandaru. Katanya, Desa Yosowilangun Kidul menjadi salah satu lokasi yang cocok untuk ditanami bawang merah.
Baca Juga: Apa Itu Fenomena Hari Tanpa Bayangan? Cek Ini Tanggalnya Untuk Kabupaten Jember Dan Lumajang
“Ini kan wilayah yang cuaca dan iklimnya mirip dengan Probolinggo sebagai salah satu sentra bawang merah. Ini antisipasi konkrit yang dipilih jika tanaman tembakau gagal panen. Jadi petani masih punya bawang merah,” ungkapnya, Kamis (10/10).
Sedikitnya program pengembangan kawasan bawang merah di Lumajang memiliki target sebesar 30 hektare lahan yang harus ditanami dalam satu tahunnya.
“Targetnya di Lumajang dalam satu tahun 30 hektare, tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kunir, Tekung dan Yosowilangun. Tapi yang disuport dari dana DBHCHT hanya 2,8 hektare,” tambahnya.
Sementara itu, terkait adanya persoalan minimnya pengalaman petani di Desa Yosowilangun Kidul dalam menanam bawang merah. Pemkab Lumajang mengklaim akan memberi suport penuh agar kegagalan panen tidak terjadi.
Baca Juga: Gara-gara Sound Horeg, Sampai Bongkar Warung Warga
“Tentu tetap dari kita akan ada suport seperti pemberian pupuk, insektisida, organik. Ada juga penyuluh pertanian di lapangan yang akan mendampingi petani,” katanya. (has/fid)
Editor : Adeapryanis