WONOREJO, Radar Semeru - Progam gerakan nasional tani untuk kemandirian pangan (Genta Pangan) menjadi salah satu harapan bagi petani di Lumajang. Sebab, sebagian besar modal untuk melakukan produksi padi bakal dimodali puluhan juta oleh satuan pelaksana khusus makanan bergizi gratis.
Informasinya, masing-masing petani bakal menerima bantuan modal sebesar Rp 22 juta di muka untuk luasan tanah satu hektare. Sedangkan Rp 5 juta di antaranya dibelikan bibit dan pupuk yang diberikan oleh Genta Pangan. Pupuk inilah yang diyakini mampu menyuburkan tanah.
Baca Juga: Makin Kuat Menang, Khofifah-Emil Pilihan Primadona Warga NU
Ketua Asosiasi Petani Padi Indonesia (APPI) Jatim Iskhak Subagio mengatakan, program ini khusus tanaman padi. Sebab, untuk mendukung program nasional ketahanan pangan. Harapannya, dalam satu hektare dapat menghasilkan beberapa ton padi.
“Khusus tanaman pangan, awalnya padi. Nanti akan berkembang ke jagung dan seterusnya. Konsep yang dibawa adalah kelestarian lingkungan. Jadi Rp Rp 5 juta itu dibelikan bibit dan pupuk sebagai penyubur tanah. Itu kami jamin akan menghasilkan 7 ton,” katanya.
Menurutnya, program kemitraan ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong petani untuk adaptif menggunakan teknologi. Supaya target kebutuhan pangan nasional tercukupi, di awali dari ketersediaan stok beras di Lumajang.
Baca Juga: UPDATE KAPOLRI Cup 2024 - Ini Dia Daftar Lengkap Pemain Kalbar Putra dan Putri
“Kalau target se jatim itu ada 2500 hektare lahan padi yang mendapat dukungan bantuan. Se-Jatim ini hanya 16 kabupaten atau kota. Lumajang menjadi salah satunya yang mendapat kuota 150 hektare. Jadi ilustrasi kami setiap kecamatan itu minimal 5 hektare,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis