radarjember.id - Konsekuensi pemanfaatan teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan upaya terobosan menjawab tantangan pertanian. Sebab, pertanian kerap mengalami situasi ketidakpastian iklim dan hama.
Baca Juga: Segini Ternyata Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia se-ASEAN
Sebagian petani telah memasukkan penggunaan teknologi selama melakukan produksi. Paling banyak ditemui ketika memasuki musim panen, petani menggunakan teknologi pemanen padi. Termasuk penggunaan alat teknologi lainnya yang dapat mempercepat proses tanam padi.
Ketua Asosiasi Petani Padi Indonesia (APPI) Jatim Iskhak Subagio mengatakan, pentingnya adaptasi teknologi dalam sektor pertanian guna menekan kerugian dan memastikan keberlanjutan pangan. Hal itu menjadi langkah strategis bagi para petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
“Petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil panennya dengan memanfaatkan teknologi. Ini akan memperkuat sektor pertanian Lumajang dan membantu menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
Baca Juga: Ko Hee-Jin Ungkap Biang Kerok Kekalahan Red Sparks, Ko Hee-Jin Sampai Bicara Seperti Ini…
Menurutnya, melalui gerakan nasional tani untuk kemandirian pangan (Genta Pangan), sektor pertanian berpotensi dapat tumbuh lebih stabil. Program ini diharapkan dapat membantu petani berinovasi dalam cara bercocok tanam, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dengan adanya pendekatan ini, Lumajang diharapkan menjadi daerah yang mandiri secara pangan, serta berkontribusi lebih besar dalam menciptakan swasembada pangan yang berkelanjutan di tingkat nasional.Guna mencapai kemandirian pangan yang sejati,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis