RANUYOSO, Radar Semeru - Kekeringan hingga menyebabkan krisis air bersih yang meluas ke belasan desa di tujuh kecamatan direspons oleh Pemkab Lumajang. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai rutin menyalurkan bantuan air.
Pengiriman air itu ditujukan ke dua desa yang berada di Kecamatan Ranuyoso, tiga desa di Kecamatan Klakah, dan dua desa di Kecamatan Kedungjajang. Selain itu, lima desa di Kecamatan Gucialit, dua desa di Kecamatan Padang, dua desa di Kecamatan Lumajang, dan satu desa di Kecamatan Tempeh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, pengiriman itu menggunakan sembilan unit kendaraan tanki dengan kapasitas 5 ribu liter. Kendaraan itu mendistribusikan air ke sejumlah titik setiap harinya secara gratis.
Menurutnya, luasan kekeringan hingga berdampak terhadap krisis air bersih tahun ini bertambah. Sebelumnya hanya enam kecamatan. Saat ini menjadi tujuh kecamatan. Penambahan itu terjadi di Desa Pulo, Kecamatan Tempeh. Tepatnya Dusun Umbulsari dan Dusun Krajan.
Yudhi menjelaskan, keluhan itu diketahui dari laporan kades yang mulai merasakan krisis air bersih. Setelah dilakukan asesmen selama beberapa hari, kini BPBD Lumajang telah menetapkan ratusan titik pengiriman air bersih di tujuh belas desa yang terdampak krisis air bersih.
“Dari 137 titik tahun sebelumnya, sekarang menjadi 217 titik. Kami lakukan dropping air bersih ke titik-titik itu. Hasil koordinasi kami bersama desa terdampak dan kecamatan ada sebanyak 20.520 jiwa atau 5.898 KK yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Radar Digital