Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seorang Ayah Ini Sakit Hati, Putrinya Dinikahin Diam-diam Oleh Oknum Pengurus Ponpes di Lumajang, Pelaku Disebut Songong, Ini Kata Ayah Korban

Radar Digital • Selasa, 16 Juli 2024 | 18:57 WIB
Sumber foto: Youtube Denny Sumargo
Sumber foto: Youtube Denny Sumargo

Radar Jember - Rokhim, ayah korban, mengungkapkan rasa sakit hatinya atas pernikahan siri putrinya yang dinikahi oleh gurunya di pondok pesantren. Kepada podcast Denny Sumargo di chanel YouTubenya, Rokhim menceritakan kronologi kejadian pilu yang menimpa putrinya tersebut.

Awalnya, Rokhim tidak mengetahui bahwa putrinya dirumorkan hamil di kampungnya. Dia baru mengetahui hal tersebut setelah ditegur oleh saudaranya.

Saudaranya kemudian menjemput Rokhim dan mengajaknya ke rumah pelaku untuk menanyakan kebenaran rumor tersebut.

"Pelaku awalnya tidak mengaku menikahi putri saya secara siri," ungkap Rokhim.

Namun, setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui pernikahan siri tersebut. Rokhim pun meminta putrinya untuk pulang dari Probolinggo dan tinggal bersamanya. Putrinya mengaku bahwa dia memang telah dinikahi siri oleh pelaku.

Rokhim tidak dapat menahan air matanya saat menceritakan kejadian tersebut. Dia merasa sakit hati karena putrinya dinikahi tanpa sepengetahuannya dan tanpa wali nikah. Putrinya pun mengalami trauma akibat kejadian tersebut dan enggan keluar rumah.

Rokhim menjelaskan bahwa putrinya diiming-imingi harta dan surga oleh pelaku agar mau menikahinya. Pelaku meyakinkan putrinya bahwa menikahi dia akan membawa mereka ke surga.

"Putri saya ini polos dan mudah dipengaruhi," kata Rokhim.

Rokhim pernah bertemu dengan pelaku dan keluarganya untuk membicarakan masalah ini. Namun, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil. Pelaku malah menantang Rokhim dan bersikap arogan.

Merasa tidak ada jalan lain, Rokhim pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lumajang. Pelaku yang ketakutan kemudian meminta Rokhim untuk mencabut laporannya dan menawarkan untuk memberikan apapun yang dia inginkan.

Namun, Rokhim teguh pendiriannya dan tidak mau mencabut laporannya. Dia ingin pelaku dihukum atas perbuatannya.

"Saya memaafkan putri saya, tapi jalur hukum harus tetap berjalan," tegas Rokhim.

Ibunda korban pun tak henti-hentinya menangis karena kejadian ini. Dia sangat sedih melihat putrinya mengalami trauma dan diperlakukan tidak adil oleh orang yang seharusnya menjadi panutannya.

Pesan moral dari kejadian ini sangat jelas dan penting untuk diperhatikan oleh setiap orang tua.

Pertama, orang tua harus selalu mengawasi anak-anak mereka dengan penuh perhatian.

Pengawasan yang baik dapat mencegah berbagai macam bahaya yang mungkin mengancam keselamatan anak.

Selain itu, orang tua juga harus menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak-anaknya.

Dengan komunikasi yang baik, anak-anak merasa nyaman untuk berbagi cerita dan masalah yang mereka hadapi, sehingga orang tua dapat memberikan solusi dan dukungan yang tepat.

Selain itu, penting bagi orang tua dan anak-anak untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming dari orang lain, terutama dari orang yang tidak dikenal.

Hal ini dapat mencegah terjadinya penipuan atau tindakan yang merugikan. Jika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan atau mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang.

Langkah ini sangat penting untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama saat berada di lingkungan pondok pesantren. Orang tua juga harus menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak-anaknya agar mereka berani menceritakan jika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.

 

Editor : Radar Digital
#denny sumargo #Viral #Lumajang