Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Hektare Lahan Tebu di Lumajang Terjangkit Virus Luka Api, KENAPA ITU?

Radar Digital • Rabu, 19 Juni 2024 | 21:10 WIB
MENGERING: Dahan tanaman tebu yang terjangkit virus luka api akan tampak lebih kecil disertai bercak putih kehitaman, hingga akhirnya kering dan mati.(MUHAMMAD HASBI/RADAR SEMERU)
MENGERING: Dahan tanaman tebu yang terjangkit virus luka api akan tampak lebih kecil disertai bercak putih kehitaman, hingga akhirnya kering dan mati.(MUHAMMAD HASBI/RADAR SEMERU)

radar jember - Petani tebu di Lumajang tampaknya harus gigit jari pada musim kali ini.

Itu karena adanya serangan virus luka api yang menjangkiti hampir seluruh lahan tebu, hingga kini diketahui sudah puluhan hektare lahan yang terjangkit.

Akibatnya, jumlah produktifitas panen diprediksi akan turun drastis.

Batang pohon tebu yang terjangkit virus akan tampak jauh lebih kecil dibanding ukuran tebu normal.

Selain itu, mayoritas tanaman terserang penyakit juga memiliki bercak putih disertai warna kehitaman hingga akhirnya mengering dan mati.

Salah satu petani tebu di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung Budi Susilo mengatakan, hampir semua jenis varietas tebu terserang virus luka api.

“Di desa Banyuputih Lor saja sudah ada sekitar 15 hektare yang terserang. Hampir semua varietas pasti kena penyakit luka api, tapi yang paling parah jenis Cenning,” bebernya Selasa (18/6).

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang Ishak Subagyo menjelaskan, penyebab serangan virus cukup beragam, namun utamanya disebabkan karena kesuburan tanah yang sudah sangat jauh diangka normal. (has/bud)

 

Editor : Radar Digital
#lahan tebu #Lumajang