ROGOTRUNAN, Radar Semeru - Pencarian korban tertimbun longsor tebing di Dusun Supit, Desa/Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, telah usai, Kamis (14/6). Dalam pencarian juga didapatkan hal yang mengejutkan. Sejumlah relawan menemukan tiga polybag ganja tumbuh subur.
Ketika ditemukan, ganja telah tumbuh kurang lebih setinggi 40 sentimeter. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan alat yang diduga digunakan untuk penyiraman, yang memiliki bau seperti pupuk.
Kapolsek Pronojiwo Iptu Wahono Pudji Santoso menerangkan, ganja ditemukan berada di lahan milik Perhutani petak 4. Tepatnya satu jalur dengan jalan menuju lokasi longsor. "Jarak antarpohon saat ditemukan sangat berdekatan. Sekitar tujuh sampai delapan meter untuk masing-masing tanaman," bebernya.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik menerangkan, penemuan tanaman terlarang itu pertama kali diketahui sejumlah relawan yang masih berada di lokasi longsor. "Jadi, tanaman ganja tersebut ditemukan tidak jauh dari titik lokasi longsor. Sekitar 300 meter di sebelah selatan di atas tebing kawasan hutan milik Perhutani," ungkapnya.
Kemudian, ketiga tanaman itu kini sudah dalam pengawasan pihak Kepolisian Lumajang untuk diselidiki lebih lanjut. Upaya pencarian pemilik tanaman ganja juga terus dilakukan. Apalagi ganja tersebut tampak sengaja ditanam dengan sejumlah perawatan.
"Masih dalam upaya lidik siapa yang merawat dan pemilik tanaman tersebut. Yang jelas barang bukti sudah ditangani Satnarkoba Polres Lumajang," tambahnya.
Informasi lain, penemuan ganja berawal saat relawan masih stand by di pinggir lokasi. Terdapat seekor burung gagak yang terbang berputar-putar di areal ketinggian sebelah selatan titik longsor.
"Nah, awalnya diketahui relawan penasaran terhadap gelagat burung gagak tersebut, sehingga langsung menuju lokasi. Tak disangka menemukan polybag berisi ganja sebanyak tiga rumpun," kata dia. (has/c2/aro)
Editor : Radar Digital