ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Upaya pencarian korban longsor tebing Dusun Supit, Desa/Kecamatan Pronojiwo, Lumajang sebelumnya telah resmi dihentikan. Meski begitu, satu-satunya korban tersisa masih dicari oleh keluarga hingga ditemukan di hari ke 10.
Sebelumnya, tim satuan search and rescue (SAR) Basarnas beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah menghentikan pencarian pada Senin (10/6).
Upaya pencarian kala itu telah dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan beragam upaya yang dikerahkan.
Namun, tanda-tanda keberadaan Junaedi sebagai korban terakhir asal Kabupaten Malang tak kunjung terlihat.
Sehingga keluarga melanjutkan pencarian hingga Kamis (13/6) dengan bantuan penambang.
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menerangkan, pencarian korban longsor sudah dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, sehingga, tahapannya telah selesai dilakukan.
“Namun ada kesepakatan dari keluarga dengan penambang itu diminta untuk menambah satu hingga dua hari pencarian,” ungkapnya.
Setelah berupaya melakukan pencarian dengan dibantu penambang dan sejumlah relawan. Akhirnya jenazah Junaidi ditemukan sekitar pukul 14.55 WIB.
Camat Pronojiwo Hani Pujianto mengatakan, jenazah ditemukan pada pukul 14.55 WIB di sekitar tebing yang mengalami longsor dan sudah berapa di Puskesmas Pronojiwo untuk dilakukan visum luar.
"Setelah berhasil ditemukan langsung dibawa menuju Puskesmas untuk dilakukan visum luar," terangnya.
Kemudian rencananya Jenazah akan langsung dibawa menuju rumah duka di Kecamatan Tirtoyudo, Malang ketika pemeriksaan di Puskesmas Pronojiwo selesai dilakukan.
"Jadi, keluarga korban juga telah bersiap untuk membawa korban pulang," bebernya. (has/bud)
Editor : Radar Digital