Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Makanan Rebus Bisa untuk Diet? Ini Penjelasan Ketua Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Lumajang

Radar Digital • Senin, 10 Juni 2024 | 23:10 WIB
ILUSTRASI: Sayuran rebus dengan pendamping protein dari telur.
ILUSTRASI: Sayuran rebus dengan pendamping protein dari telur.

METODE merebus menjadi salah satu cara untuk mengkonsumsi makanan yang dinilai baik bagi kesehatan.

Tak jarang beberapa kalangan menjadikannya sebagai program dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Tujuannya beragam, paling mendominasi karena ingin menurunkan kadar lemak di tubuh.

Mengkonsumsi makanan rebus secara terus menerus tentunya tidak dapat disarankan bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Sehingga, penerapan gaya hidup satu ini haruslah disesuaikan dengan kondisi tubuh dan umur pegiatnya.

Ketua Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Lumajang Arif Zulkarnain menjelaskan, gaya hidup dengan mengkonsumsi makanan rebus salah satunya cocok diterapkan bagi golongan lanjut usia (lansia).

“Sebab, pada lansia sudah mengalami kemunduran organ tubuh, sehingga akan lebih sehat jika mengkonsumsi makanan rebus secara teratur setiap harinya ketimbang makanan yang digoreng,” terangnya.

Lifestyle makanan rebus juga baik dilakukan bagi seseorang yang ingin menurunkan kadar lemak tubuh.

Terlebih lagi, jika seseorang sangat jarang melakukan aktivitas produktif. Sehingga biasanya akan memiliki kadar lemak yang tinggi.

"Nah, metode mengkonsumsi makanan rebus ini bisa jadi alternatif. Namun, pada usia pertumbuhan tidak dianjurkan secara terus menerus. Sehingga masih tetap membutuhkan makanan yang dimasak dengan metode menggoreng untuk memecah beberapa zat seperti vitamin A agar bisa diserap tubuh dengan baik," tambahnya.

Agar lebih optimal, penerapan gaya hidup satu ini harus tetap diiringi dengan melakukan olahraga secara teratur. Sehingga jika tujuannya untuk menurunkan kadar lemak, akan lebih optimal.

“Sedangkan bagi lansia, akan lebih baik jika setiap hari melakukan lari kecil selama 30 menit untuk memperlancar peredaran darah,” ungkap Arif. (has/nur)

Editor : Radar Digital
#diet #persagi #Lumajang