BAGI kebanyakan orang, kodok menjadi hewan yang menjijikkan.
Namun, di tangan pemuda asal Lumajang, Abraham, kodok pacman jenis albino mampu menghasilkan cuan.
Apalagi coraknya beragam dan warnanya yang cerah membuat siapa pun ingin meminangnya. Namun, hewan itu suka menyendiri.
Kodok pacman dikenal dengan hewan teritorial, suka menjaga wilayahnya sendiri.
Hewan itu, bisa diam dengan waktu cukup lama tanpa berpindah posisi.
Namun, jika ada serangan dari hewan lainnya kodok pacman langsung bertarung. Berbeda dengan kodok pada umumnya, yang selalu berkeliaran dimana-mana.
Hanya saja, hewan ini tak bisa hidup dengan kodok yang berukuran lebih kecil. Karena sifatnya kanibalisme yang bisa memakan hewan di sekelilingnya.
Jika disatukan maka kodok kecil akan habis. Maka perlu dipisahkan.
“Kodok ini termasuk teritorial dan suka menyendiri. Dan pemeliharaannya harus soliter. Kalau digabung, yang kecil pasti dimakan semua,” ucap Abraham kolektor kodok pacman.
Meski demikian kodok yang dikenal memiliki beragam warna cerah termasuk hewan amfibi.
Dan hidupnya ditempat yang lembab, atau memiliki kandungan air yang cukup untuk membasahi tubuh si kodok dari Amerika Selatan tersebut.
“Menariknya ada warna ungu, hijau, kuning, merah, pink, hitam, oranye. Warnanya cantik-cantik tapi soliter,” jelasnya. (dea/nur)
Editor : Radar Digital