Warga Urunan Buat Jembatan Bambu
BANJIR lahar dingin yang membuat sejumlah jembatan di Lumajang jebol. Warga gotong royong membuat jembatan darurat dari bambu. Hal itu agar akses warga tak terhambat, dan bisa menyeberang dari satu desa ke desa yang lainnya.
Saat ini, jembatan bambu sudah bisa dilalui, meskipun harus berhati-hati. Pengguna motor yang melintas juga bergantian karena luas jembatan sangat minim. Namun, jembatan darurat ini tidak cukup untuk kendaraan roda empat, karena memang sempit dan kurang kokoh.
Pengadaan jembatan darurat ini dilakukan secara swadaya. Meski demikian, demi menjaga keamanan ada petugas yang setiap hari berjaga di kawasan tersebut. Bila ada pengendara yang takut melintas, relawan siap membantu. “Setidaknya jembatan sementara sudah jadi, sehingga aktivitas warga tidak terhambat,” tulis Biyn Lophe.
Dengan jembatan yang dibuat secara swadaya, pengendara diharapkan menyisihkan sebagian uangnya untuk perbaikan dan perawatan jembatan. Sebab, masih ada beberapa bahan yang perlu ditambahkan. Seperti karung goni untuk alas jembatan agar tidak licin. Meski demikian, jembatan ini dibuka 24 jam penuh. Apabila kondisi cuaca buruk, maka relawan akan menutup sementara. Khawatir banjir susulan datang. “Alhamdulillah, semoga jembatannya cepat diperbaiki,” komentar Ahmad Yani. (dea/c2/aro)
Editor : Radar Digital