JUGOSARI, Radar Semeru - Terjangan banjir lahar Gunung Semeru yang kembali melanda Lumajang pada Kamis (18/4) lalu masih menyisakan banyak kerusakan di sejumlah titik terdampak.
Kondisi itu salah satunya dirasakan warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari yang harus terisolir akibat putusnya akses jembatan.
Imbas itu juga harus dirasakan puluhan pelajar di dusun setempat yang kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) karena akses penyeberangan terputus dan tertimbun material vulkanik.
Kurang lebih ada sekitar 40 siswa di jenjang sekolah dasar (SD) yang bermukim di dusun sumberlangsep.
Agar dapat mengikuti KBM efektif di sekolah yang lokasinya terletak di seberang dusun, para siswa harus digendong oleh orang dewasa agar dapat melintasi derasnya aliran lahar di sungai Kali Regoyo.
Selain itu, tumpukan bebatuan besar dan licin juga membuat jalur menyeberang warga terbilang cukup ekstrem.
Salah satu warga Dusun Sumberlangsep, Siti Aminah mengatakan, arus sungai yang deras dengan tumpukan bebatuan besar disekitarnya membuat jalur lintas cukup berbahaya.
"Jalur lintasnya sangat bahaya untuk dilewati, tapi karena akses satu-satunya terpaksa harus menyeberang melawan derasnya aliran sungai," ungkapnya.
Hingga kini, belum ada jalur alternatif yang bisa digunakan dengan aman oleh penduduk setempat.
"Harapannya cuma ingin banjir besar tidak muncul lagi, sebab akses warga tidak bisa digunakan," tambah Siti.
Informasi lain, kini siswa jenjang sekolah dasar (SD) sudah mulai memasuki KBM efektif. Terlebih lagi, ujian akhir mulai berjalan bagi angkatan kelas enam, dan ujian tengah semester bagi siswa kelas satu hingga lima.
"Meski demikian, tetap akan ada toleransi jika siswa tidak dapat mengikuti ujian," ungkap Guru di SDN Jogosari 03, Eri Elyawati. (has/bud)
Editor : Radar Digital