Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serunya MAIN NAIL ART Ala-ala Warga Lumajang, Butuh 2 Jam Agar Kuku Lebih Cantik

Radar Digital • Senin, 4 Maret 2024 | 20:10 WIB
Photo
Photo

ADA banyak cara untuk menuangkan seni menggambar. Bukan hanya di kertas maupun kanvas, kuku pun bisa jadi media menggambar.

Hanya saja butuh ketelatenan, karena bentuk kuku yang ukurannya kecil terkadang membuat Nailist kesulitan. Belum lagi, karakter yang harus di gambar juga rumit.

Ari Lutfiana, Nailist asal Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro mengaku jika butuh waktu hingga dua jam untuk menghasilkan gambar yang sempurna.

Termasuk melewati tahapan manicure untuk membersihkan kutikula atau bantalan kuku yang terletak di bagian bawah kuku jari tangan dan kaki.

“Harus di manicure dulu, untuk membersihkan kulit matinya. Biar luasan nail artnya lebih gampang dan hasilnya bagus,” ucapnya.

Sejauh ini, gambar yang dihasilkan adalah hasil tangannya sendiri.

Tak ada satupun yang berupa stiker, ini dilakukan untuk menjaga kepuasan klien agar tampilan kuku yang makin cantik. Meskipun sering kali hasilnya ada yang tidak sesuai dengan request client.

Namun, pihaknya terus mengupgrade diri.

Bahkan, nail art gradasi diakui paling sulit. Sebab, memadukan  campuran warna diatas kuku butuh keahlian khusus. Ditambah, keserasian antar gradasi kuku harus diperhatikan.  “Paling sulit memang gradasi, lainnya aman.

Sekali coba langsung jadi. Meskipun awal-awal mencoba banyak kurangnya. Gagal sih gak, hanya saja antara contoh dan hasilnya sedikit berbeda,” pungkasnya. (dea/nur)

Editor : Radar Digital
#kuku #Lumajang