OLAHRAGA tradisional seperti panco sampai saat ini masih digandrungi. Meskipun peminatnya tak terlalu banyak tapi ada.
Jika panco identik dengan kaula dewasa, ini justru diminati muda-mudi Lumajang.
Berkat kumpul-kumpul mereka rela membentuk komunitas agar peminat panco bisa terwadahi.
Meski baru satu bulan terbentuk, sudah ada 24 anggota di dalamnya.
Dengan beragam latar belakang, ada yang masih duduk di bangku sekolah bahkan seorang pegawai pun ada. Mereka bertemu setiap minggunya untuk adu panco dan sharing bareng.
Anggota panco Auri menyebut, beberapa dari mereka sudah sering mengikuti lomba panco di berbagai daerah. Bahkan sering menyabet kejuaraan dan membawa pulang hadiah jutaan rupiah.
“Karena di tempat Gym itu orang-orang suka main panco, tapi mereka nggak punya wadah. Akhirnya kita buat komunitas dan sering latihan meski nggak full tim karena banyak yang kerja dan kesibukannya berbeda,” ucapnya.
Inisiator komunitas panco, Amaruddin Furqoni mengatakan, meskipun dengan keterbatasan alat, semangat itu tetap membara.
Dengan swadaya mereka membuat meja khusus adu panco.
Mengukur setiap bagiannya agar sesuai standar. Sehingga meminimalisir cedera saat permainan.
“Mejanya kami buat sendiri sesuai standard nasional. Ukurannya juga harus seimbamg, termasuk tinggi mejanya. Untuk memudahkan pemain dan tidak mudah cedera,” pungkas Amaruddin. (dea/nur)
Editor : Radar Digital