MELIMPAHNYA kayu sengon yang tumbuh subur memang menjadi daya tarik usaha yang cukup menguntungkan. Potensi itu telah menyedot para pelaku usaha untuk menaruh ratusan miliar untuk dikembangkan di Lumajang. Sampai-sampai, nilai investasi di Lumajang didominasi oleh industri kayu.
Informasi yang berhasil dihimpun, selama dua tahun berturut-turut, industri kayu menjadi penyumbang investasi terbesar di Lumajang. Pada triwulan keempat atau akhir tahun 2022, total investasi bidang industri kayu mencapai Rp 603 miliar. Sedangkan pada triwulan ketiga tahun ini sudah tercapai Rp 440 miliar.
Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Lumajang Abdul Munir mengatakan, cukup banyak perusahaan kayu yang beroperasi di Lumajang. Rata-rata mereka membuat olahan kayu bahan setengah jadi, lalu produk itu dikirim dan dijual ke beberapa daerah hingga luar negeri.
“Paling banyak ya dari industri kayu. Di Lumajang, kayu sengon sangat melimpah. Makanya, banyak perusahaan yang datang ke Lumajang untuk mengelola kayunya. Tahun ini jumlahnya agak menurun, karena tempat produksi banyak yang terkena musibah. Tetapi, industri ini masih merajai,” katanya.
Munir menambahkan, bahkan sejak triwulan pertama, dari lima perusahaan yang menjadi lima investor tertinggi, empat perusahaan di antaranya bergerak di bidang industri kayu. Sedangkan satu perusahaan lainnya bergerak di bidang perdagangan dan reparasi.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Lumajang Ari Murcono menjelaskan, ada empat kecamatan yang paling di sukai oleh para investor di Lumajang. Seperti Kecamatan Tempeh, Sukodono, Lumajang, Klakah dan Kecamatan Tekung. Namun, paling banyak investor di temui di Kecamatan Tempeh. (son/fid)
Editor : Radar Digital