DAWUHAN WETAN, Radar Semeru - Salah satu cara petani ketika mengawali musim tanam padi cukup unik. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah petani di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung. Para petani ini menggelar balapan kerbau alias kerapan kerbau di areal persawahan.
Tampaknya, tradisi dan budaya ini masih dilestarikan oleh lima kecamatan di Lumajang. Para petani di Kecamatan Sukodono, Randuagung, Jatiroto, Padang dan Kecamatan Rowokangkung ini masih menyelenggarakan kerapan kerbau sebagai bentuk rasa syukur ketika musim tanam.
Salah satu pemilik kerbau Riyaman mengatakan, setidaknya ada 55 peserta yang mengikuti kerapan kerbau ini. Sebetulnya, tradisi ini diselenggarakan setiap empat bulan sekali. Tepatnya ketika memasuki musim tanam. Niatnya sebagai ajang menyambung silaturahmi.
“Kadang ada di musim-musim lain, pindah-pindah lokasinya. Di Desa Selokgondang kemudian di Desa Sumberejo. Dulu kerbau kami gunakan untuk membajak sawah, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Rata-rata para petani sudah memakai mesin traktor untuk membajak,” katanya.
Sebagian besar masyarakat yang tinggal di lima kecamatan itu meyakini kawasan persawahan yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan tradisi kerapan kerbau bakal menuai banyak berkah. Bahkan, tidak sedikit petani yang merasakan hasil hasil panen sawahnya cukup melimpah.
“Hadiahnya macam-macam, sekarang hadiahnya kambing. Kalau lomba kemarin pakai peralatan elektronik. Biasanya untuk daerah yang di tempati lomba kebanyakan sukses untuk daerahnya. Setelah dijadikan tempat kerapan kerbau itu lancar usahanya, tanahnya jadi subur,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Radar Digital