RADARJEMBER.ID – Desa Kandangan di Lumajang menjadi pusat perhatian karena merupakan pemukiman tertua di wilayah tersebut yang dihuni oleh manusia prasejarah.
Terletak sekitar 36 kilometer dari Kota Lumajang ke arah barat, Desa Kandangan dikenal sebagai tempat berdirinya Situs Cagar Budaya Selogending, berlokasi di Dusun Krajan RT 05 RW 01.
Masyarakat di desa ini dulu memiliki keyakinan spiritual yang kuat terhadap Gunung Semeru.
Mereka mempercayai gunung ini sebagai kekuatan spiritual luar biasa dan tempat tinggal nenek moyang yang dianggap akan melindungi keturunannya di dunia.
Penghormatan dan pemujaan terhadap gunung ini dianggap sebagai berkah, diyakini akan membawa kemakmuran jangka panjang dan memberikan lahar subur untuk pertanian di sekitarnya.
Kepercayaan ini mengakibatkan manusia prasejarah memilih untuk tinggal di lereng gunung dan di sepanjang aliran sungai sebagai tempat berkah yang diyakini akan memberikan kemakmuran bagi lahan pertanian.
Desa Kandangan memiliki nilai sejarah yang tinggi karena ditemukan artefak kuno seperti mangkok perunggu, bangunan berundak, batu tegak, menhir, dan pecahan porselen.
Bangunan berundak ini masih dilestarikan dan digunakan sebagai tempat upacara hingga saat ini.
Desa Kondangan menjadi tempat berdirinya situs persembahyangan yang penting bagi masyarakat Hindu, salah satunya adalah Situs Selogending.
Selogending merupakan area yang dipugar dan dijadikan pura pada tahun 1996.
Nama Selogending berasal dari kata “selo” yang berarti batu dan “gending” yang merujuk pada nyanyian atau bernyanyi.
Di situs ini, pengunjung dapat menemukan berbagai elemen seperti punden berundak, menhir, dan batu-batu besar lainnya.
Ada lima batu besar yang penting dalam situs Selogending, termasuk Wadung Prabu (menhir), Tejo Kusumo (menhir yang menyerupai phallus atau disebut Lingga Siwa), Mbah Pikulun, dan Selo Gedang.
Seperti kebanyakan situs persembahyangan di Indonesia, bentuk dan keberadaan setiap batu di Selogending memiliki makna dan ajaran tersendiri dalam keyakinan dan kepercayaan masyarakat Hindu. (mm6/bud)
Editor : Radar Digital