Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Raih Juara 1 sebagai Content Creator dalam Future Fest English First Kids and Teens, Daffa Izudin Muhammad Dapat Hadiah ke Negeri Singa

Radar Digital • Rabu, 29 November 2023 | 17:27 WIB
Photo
Photo

Sudah enam tahun Daffa Izudin Muhammad memiliki hobi ngonten, membuat video dan mengeditnya sendiri. Berbeda dengan anak lain, saat dia mendapatkan HP pertamanya, bukan game yang dimainkan. Dia mencoba-coba sendiri seperti menyusuri jalan menjadi sang videografer masa depan.

WAKTU menunjukkan pukul tiga sore saat Daffa Izudin Muhammad dan sang ayah berada di bangku kereta menuju ibu kota. Tanggal 14 Oktober 2023 akan selalu menjadi hari bersejarah. Saat Daffa menerima hadiah berlibur ke Negeri Singa.

Usianya baru menginjak 18 tahun, tapi pandangannya pada dunia amat realistis. Dia adalah Gen Z yang sadar akan peluang perkembangan digital saat ini. Penghargaan sebagai juara content creator yang baru didapatkannya adalah kali keempat. Kali ini jangkauannya tingkat nasional.

Daffa adalah satu dari ribuan peserta se-Indonesia yang mampu memikat juri dari karya short movie buatannya berjudul Irony. Film pendek berdurasi hampir empat menit yang kini diunggah di Youtube pribadinya itu memenangkan juara satu sebagai content creator dalam Future Fest English First Kids and Teens. Setelah sebelumnya dipresentasikan langsung di salah satu mal di Jakarta. Mendapatkan penilaian cukup baik dari salah satu juri, Jovial da Lopez, seorang content creator yang juga menjadi Chief Creative Officer Narasi TV.

Film pendek itu mengisahkan seorang anak yang tak peduli pada lingkungan. Dengan pengemasan konsep yang begitu apik, Daffa membawa penonton untuk melihat kilas balik bagaimana isu lingkungan saat ini cukup mengkhawatirkan dan berpengaruh pada masa yang akan datang. Meski disampaikan full dalam bahasa Inggris, pesan-pesannya sangat mudah ditangkap.

Kebetulan, dia adalah relawan Forum Anak Jember (FAJ), sehingga tahu betul soal isu-isu lingkungan. Pun dengan solusi yang diberikan. Tema yang diangkat itu terinspirasi dari kegiatannya selama di FAJ. “Awalnya iseng, lalu tertarik ke bidang kreatif,” tutur siswa kelas tiga SMAN 2 Jember itu.

Daffa sudah mendalami dunia videografi dan fotografi sejak masih berada di bangku kelas satu SMP. Ponsel Android pertama yang diberikan orang tuanya kala itu merangsang kreativitasnya. Berbagai fitur dicoba, dan yang paling membuatnya tertarik adalah foto dan video. Seiring berjalannya waktu, dia terus bereksplorasi dan mengasah skill-nya secara autodidak. Melalui Youtube, sosial media, dan sharing dengan teman-temannya.

Ayahnya adalah seorang dosen Bahasa Inggris di Universitas Jember. Ilmu dari sang ayah itu yang ditularkan kepada Daffa. Dukungan orang tuanya semakin komplet. Selain kemampuan videografi dan fotografi, dia juga lancar berbicara dalam bahasa bule itu. Tak heran jika short movie yang dilombakan bisa dikonsepnya sendiri dengan baik, begitu juga pemilihan diksinya.

Hobinya membuat vlog dan diunggah dalam kanal Youtube dan semua sosial media. Kemahirannya dalam video editing dimanfaatkan sebagai ladang cuan. Jasanya ditawarkan kepada teman-teman sekolahnya. “Buka jasa freelance video production dan video maker,” ujar pria asal Patrang itu.

Berkat ketelatenan dan keaktifannya di dunia maya, dia juga digaet menjadi brand ambassador salah satu akun Instagram peduli gizi. Sebagai anak muda, Daffa sudah mulai membaca peluang. Menurutnya, menjadi content creator bukanlah sekadar hobi, tetapi juga menjadi sesuatu yang menghasilkan. Ada potensi besar seiring perkembangan digitalisasi. Konsistensinya sejak usia 13 tahun tak pernah berubah, terus mencoba hal baru. “Berani ambil kesempatan dan peluang,” pesan pria yang bercita-cita menjadi dokter itu. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Conten creator