RADARJEMBER.ID – Tari Topeng Kaliwungu telah sukses memukau penonton pada International Mask Festival (IMF) 2023 yang diadakan di nDalem Djojokoesoeman, Surakarta pada 17-18 November 2023.
Dalam acara tersebut, Ketua Yayasan Sanggar Budaya Pakdhe, Windy Meiliyah, menyatakan kegembiraannya atas respon yang luar biasa dari masyarakat terhadap penampilan tari ini.
Menurut Windy, keberhasilan ini tidak hanya berkat pengemasan kreatif dari topeng klasik, namun juga kolaborasi dengan elemen Jaran Slining yang masih dalam proses tahap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
IMF menjadi platform yang sangat penting bagi seni tari topeng untuk mengenalkan, mempromosikan, dan mengembangkan kekayaan topeng Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia secara global.
Partisipasi dalam IMF tidak lepas dari undangan yang diterima oleh Yayasan Sanggar Budaya Pakdhe.
Kemudian hal tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan mendapat dukungan fasilitas dari Dinas Pendidikan.
IMF tahun ini adalah penyelenggaraan ke-10 yang terinspirasi oleh festival serupa dari Korea Selatan.
Sebanyak 33 delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Taiwan, Ekuador, Republik Korea, dan Kamboja, turut serta dalam memeriahkan acara dengan pertunjukan seni topeng dari negara masing-masing.
Acara tersebut diramaikan oleh penampil dari dalam dan luar negeri. Diantara peserta dalam negeri terdapat wakil dari berbagai daerah di Indonesia.
Windy menjelaskan bahwa IMF bukan hanya sekedar panggung pertunjukan, namun juga menjadi wadah penting dalam pertukaran budaya, baik dari aspek kebudayaan lokal maupun kebudayaan dari luar negeri.
Yayasan Sanggar Budaya Pakdhe menggabungkan penari-penari terbaik dari beberapa sanggar tari di Lumajang. Hal ini bertujuan agar semakin banyak penari dari daerah tersebut yang percaya diri dalam memperkenalkan tarian khas Lumajang di tingkat nasional maupun global.
Selain mengenai pertunjukan, Windy juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Lumajang dapat memasukkan Topeng Kaliwungu ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA.
Hal ini dilakukan dengan mempersiapkan kurikulum yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara dan prinsip pembelajaran diferensiasi.
Kehadiran Tari Topeng Kaliwungu dalam IMF 2023 ini tidak hanya sebagai pertunjukan semata, melainkan juga sebagai perwakilan kuat dari kebudayaan Indonesia yang ingin diperkenalkan secara luas.
Tak hanya itu, ini juga merupakan langkah penting dalam integrasi kebudayaan lokal ke dalam wacana pendidikan di Lumajang. (mm6/bud)
Editor : Radar Digital