ROWOKANGKUNG, Radar Semeru - Kampung nila di Desa Genitiri Kidul, Kecamatan Rowokangkung, menjadi sentra perikanan terbesar di Lumajang. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, diharapkan mampu membangkitkan perekonomian warga sekitar. Usaha mikro ini menjadi yang terbesar di Jawa Timur.
Total ada 130 kolam bioflok ikan nila. Masing-masing kolam berkapasitas hingga seribu ekor. Dengan sistem aerasi, ikan ini bisa cepat dipanen. Hanya membutuhkan waktu minimal 4 bulan. Ukuran yang didapat sudah cukup besar.
Dengan banyaknya kolam, maka dipastikan setiap hari bakal ada panen. Ketersediaan ikan juga bakal terpenuhi untuk kebutuhan lokal. Tak heran jika warga sekitar mengambil peluang cepat ini. Dengan pemasok ikan berasal dari berbagai daerah. Hasil yang didapat pun lumayan.
Potensi ini dilirik Wakil Bupati Lumajang 2019-2023, Indah Amperawati. Dirinya datang langsung ke lokasi untuk ikut panen perdana bersama warga. Bunda Indah, sapaan akrabnya, mengapresiasi kreativitas warga Genitri Kidul, Desa/Kecamatan Rowokangkung, ini.
“Ini luar biasa, warga bisa mengelola ikan sebanyak ini. Tentu ini menjadi peluang besar untuk membangkitkan ekonomi,” ucapnya.
Bunda Indah berharap agar ini bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya. Dengan membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran, serta mampu mendongkrak ekonomi warga
“Harapannya semoga ini bisa terus berkelanjutan. Jadi, ibu-ibu yang di sini bisa ikut mengolah ikan menjadi makanan siap saji. Begitu pun bapak-bapaknya. Dengan demikian, warga tidak perlu kesusahan mendapat penghasilan tambahan,” pungkasnya. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital