ROWOKANGKUNG, Radar Semeru- Kampung nila di Desa Genitiri Kidul, Kecamatan Rowokangkung menjadi sentra perikanan terbesar di Lumajang. Dengan memaksimalkan potensi yang ada mampu membangkitkan perekonomian warga sekitar.
Total ada 130 kolam bioflok ikan nila. Masing-masing kolam memiliki kapasitas hingga seribu ekor. Dengan sistem aerasi ikan ini bisa cepat dipanen. Hanya membutuhkan waktu minimal 4 bulan. Ukuran yang didapat sudah cukup besar.
Tak heran, jika warga sekitar mengambil peluang cepat ini. Dengan pemasok ikan berasal dari berbagai daerah. Hasil yang didapat pun Lumayan.
Potensi ini diliriki mantan wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. Dirinya datang langsung ke lokasi untuk ikut panen perdana bersama warga. Dan mengapresiasi kreativitas warga Genitri Kidul.
“Ini luar biasa, warga bisa mengelola ikan sebanyak ini. Tentu ini menjadi peluang besar untuk membangkitkan ekonomi,” ucapnya.
Bunda Indah sapaan akrabnya itu berharap agar ini bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya. Dengan membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran.
“Harapannya semoga ini bisa terus berkelanjutan. Jadi ibu-ibu yang disini bisa ikut mengolah ikan menjadi makanan siap saji. Begitupun bapak-bapaknya. Dengan demikian, warga tidak perlu kesusahan mendapat penghasilan tambahan,” pungkasnya. (dea/bud)
Editor : Radar Digital