KEPUHARJO, Radar Semeru - Kepedulian terhadap lestarinya lingkungan belakangan ini terus menjadi perhatian serius Pemkab Lumajang. Dengan beberapa penghargaan dari Program kampung Iklim (Proklim) tingkat Lestari yang kembali berhasil disabet, menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap lingkungan meningkat.
Kota Pisang kembali menerima penghargaan Proklim pada acara Festival Iklim 2023 yang digelar Selasa kemarin (24/10). Bertempat di Auditorium DR Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senayan, Jakarta.
Kategori penghargaan pertama diberikan kepada Bupati Lumajang sebagai pembina Proklim tingkat nasional. Selanjutnya, prestasi Proklim Lestari juga diberikan kepada RW 2 Ditotrunan yang mampu memperkaya aksi adaptasi, mitigasi dan kelembagaan, serta secara intens mendampingi 10 lokasi Proklim binaan baru di Lumajang.
Sejak 2013 lalu, Lumajang telah memperoleh apresiasi penghargaan di 34 lokasi Proklim. Perinciannya, dua lokasi masuk kategori Lestari, terdapat juga satu lokasi yang merupakan kategori utama trofi. Selanjutnya, 27 lokasi kategori utama sertifikat, dan empat lainnya masuk kategori madya.
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menerangkan, ke depannya Pemerintah Lumajang terus berkomitmen mendukung upaya KLHK dalam mencapai target nasional, yakni 20.000 Kampung Iklim di Indonesia. "Caranya, dengan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan bersama stakeholder dalam menumbuhkan lokasi Proklim baru," jelasnya.
Perlu diketahui bersama, Proklim merupakan bentuk apresiasi yang diberikan kepada kelompok masyarakat dan pemerintahnya yang telah berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim di tingkat tapak. "Dengan penghargaan yang didapatkan tersebut tentu diharapkan dapat menjadi penggugah dalam memunculkan lokasi Proklim lainnya di Lumajang," pungkasnya. (has/c2/fid)
Editor : Radar Digital