Kementerian PUPR akhirnya merealisasikan pembangunan rest area Gerbang Wisata di Senduro. Anggarannya mencapai puluhan miliar rupiah dengan target pengerjaan 12 bulan. Ini menjadi proyek besar pemerintah untuk menggaet wisatawan mancanegara. Eits, tapi jangan sampai gagal lagi, ya!
PASAR Agropolitan Senduro sudah dibongkar. Saat ini dalam tahap pembersihan sisa bangunan untuk mempercepat proses pembangunan rest area Gerbang Wisata. Pembangunan ini harus menunggu tiga tahun sampai akhirnya Kementerian PUPR merealisasikannya.
Rencananya, gerbang wisata akan tetap difungsikan sebagai pasar. Namun, ada penambahan beberapa fasilitas gedung untuk mengundang daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebab, potensi wisata di Senduro sangat tinggi.
Upaya pembangunan rest area ini menjadi solusi agar wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas yang akan rampung pada 12 bulan mendatang. Potensinya bakal ditingkatkan dengan menggandeng UMKM dan warga sekitar. Sehingga, pengunjung bisa menikmati semua fasilitas yang tersedia. Tidak terkecuali pusat informasi.
“Memang fungsi utamanya pasar. Hanya saja, ada tambahan fasilitas. Sedangkan untuk proses pembongkaran cukup lama. Karena masih memilah bahan yang masih bisa digunakan,” ucap Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bappeda Lumajang Vendy Prayasdika Widarma.
Kepala Bappeda Lumajang Retno Wulan mengaku jika pengajuan pembangunan rest area itu dilakukan sejak tahun 2020, tetapi baru bisa direalisasikan tahun ini. Sebab, perlu kajian khusus dengan anggaran yang dikeluarkan.
“Memang ini anggaran dari Kementerian PUPR dan sudah lama kami usulkan. Prosesnya juga lama dan tahun ini baru terealisasi,” bebernya. Dia berharap Gerbang Wisata ini menjadi daya tarik wisata, khususnya daerah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan mengintegrasikan berbagai sektor. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital