GELARAN karnaval audio saat ini kian marak ditemukan. Padahal rentang waktu dari Hari Kemerdekaan sudah terpaut jauh. Namun, antusiasme warga masih tinggi. Sayangnya, yang digelar bukan hanya mengangkat warisan kebudayaan. Melainkan sound-sound dengan suara menggelegar.
“Tes, tes ayo lur kumpul neng kene. Kiro-kiro horeg kan sing ndi?” tulis Ahmad Fatoni. Seperti yang akan digelar di Dusun Rojobalen, Desa Kloposawit, Kecamatan Lumajang. Dengan mengundang audio Brewog asal Blitar, yang harganya pun tak main-main. Desas-desusnya mencapai puluhan juta sekali tampil. “Joss pasti horeg iku,” tulis Timbul Speed.
Biasanya karnaval audio ini juga diikuti dengan dancer yang membuat warga betah berlama-lama. Apalagi suara dari audionya juga sangat lantang. Dengan ciri khas menggunakan musik-musik keras. Warga berharap karnaval itu bisa kembali ke tujuan awal, dengan mengangkat kebudayaan yang ada. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital