SENDURO, Radar Semeru - Aksi perampokan yang terjadi pada Senin, dini hari (02/10) kemarin, membuat ketiga korban, Andri Fahruzi, 21; Susiyono, 52; dan Marlina, 46, mengalami trauma berat. Peristiwa yang mengerikan itu membuat mereka takut untuk keluar rumah. Bahkan meminta pihak keamanan untuk memberi perlindungan.
Kejadian itu masih teringat dengan jelas di benak orang tua Andi Fahruzi. Susiyono mengaku jika ini baru pertama kali terjadi di rumahnya, meskipun di desa tersebut kasus semacam ini juga pernah terjadi. Namun, dia tidak menduga jika perampokan yang begitu kejam bisa terjadi di rumahnya. “Saya yang awalnya melihat perampok itu langsung kaget. Saya kira kucing mencakar-cakar jendela. Ternyata perampok. Saya langsung ambil celurit buat jaga-jaga, terus membangunkan anak saya,” ucapnya.
Akibat kejadian itu, pihaknya takut untuk keluar rumah. Bahkan terlihat masih sangat syok. Wajahnya pun terlihat masih pucat, ditambah satu keluarga itu sedang dalam kondisi sakit.
Bahkan pada saat kejadian, orang tua Andri dipukul menggunakan ujung celurit di bagian lengan kanannya karena sempat melakukan perlawanan. Bahkan teriakan perampok tidak henti-hentinya dilontarkan. Hingga kawanan itu merasa kesal dan ragu-ragu, khawatir warga datang untuk menyerang.
Korban berharap pelaku bisa segera diamankan, dan diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.
“Maunya perampok itu bisa cepat ditangkap. Saya sama keluarga trauma. Sampai sekarang masih teringat terus,” pungkas Marlina. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital