RANUPANI, Radar Semeru – Setelah beberapa hari berjuang memadamkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), akhirnya petugas dan relawan bisa bernapas lega. Sebab, api akhirnya padam. Meski begitu, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan api padam seratus persen.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, tercatat luasan kebakaran mencapai 661 hektare. Sementara itu, petugas gabungan pemadam yang diketahui meliputi BPBD, TNBTS, polres, polsek, Dinas Sosial, Perhutani, dan para relawan.
Meski api berhasil dipadamkan pada Sabtu (2/9) sore, penyisiran lokasi masih terus dilakukan petugas. “Api sudah padam. Namun, perlu penyisiran lebih lanjut. Sebab, dimungkinkan ada titik api yang masih kecil,” tutur Kustari Sumardi, bagian Pusdalops BPBD Lumajang kepada Jawa Pos Radar Semeru, kemarin (3/9).
Informasi sebelumnya, karhutla terjadi pada kawasan TNBTS. Selain itu, api juga sudah menjalar menuju kawasan wisata B-29 dan membuat penutupan wisata dilakukan. “Selain itu, dampak lain dari kebakaran sementara juga masih nihil,” papar Kustari.
Sebagai informasi tambahan, melihat dari kejadian kebakaran yang sangat parah melanda hutan, terutama vegetasi savana milik TNBTS itu, maka yang juga perlu menjadi perhatian adalah fauna yang hidupnya bergantung pada vegetasi yang terbakar tersebut. (has/c2/dwi)
Editor : Radar Digital