TEGALBANGSRI, Radar Jember – Kesabaran pengguna jalan utama Lumajang-Probolinggo harus benar-benar luas. Kemacetan di kawasan perbatasan dua kabupaten ini jadi momok yang menyebalkan. Bagaimana tidak, hampir setiap hari, sejak petang hingga tengah malam, kemacetan sering terjadi. Khususnya di Kecamatan Ranuyoso.
Sebut saja Ranuyoso Midnight. Sebab, hampir setiap malam jalur ini tak pernah sepi. Pendar lampu kendaraan menghiasi jalanan. Baik roda dua, empat hingga armada bermuatan belasan ton.
Pelebaran jalanan juga masih terus berlangsung. Pengerjaan dilakukan pagi hingga sore. Pelebaran itu memakan bagian tepi jalan cukup lebar. Dua meter di masing-masing sisi. Tak hanya dilebarkan, tapi juga dikeruk dan menyisakan material jalan.
Kondisi ini membuat para pengemudi memilih menempuh perjalanan di malam hari. Tak ayal, volume kendaraan pun meningkat cukup tajam. Sebenarnya, jika pengemudi patuh terhadap aturan lalu lintas, kemacetan bisa dihindari. Namun faktanya, kemacetan ini sulit terurai. “Tapi, ya, bagaimana, masih banyak yang menyerobot,” ungkap Jujun, salah satu pengemudi truk tebu saat terjebak di Ranuyoso, pekan lalu.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, lelaki asal Kedungjajang itu mengutarakan kekesalannya. Sebab, hampir setiap malam, durasi tempuh antar tebu itu ke Malang itu sering meleset. Hal itu juga berimbas pada proses penggilingan tebu. “Tidak ada jalan lain. Ini jalan satu-satunya. Karena jalur selatan via Dampit putus,” tambahnya.
Sementara itu, Anton, salah satu pengemudi asal Jember juga terjebak macet, Senin (14/8) malam. Saat hendak menuju Gresik, dirinya terjebak macet hampir dua jam di Ranuyoso. Tepatnya di Desa Tegalbangsri hingga menuju perbatasan Lumajang-Probolinggo. Kondisi ini membuatnya harus mengemudi dengan hati-hati. Sebab, jalan sebentar, lalu berhenti lagi.
Sebelum terjebak macet, dia sempat memantau lalu lintas melalui Google Maps. Hasilnya kuning. Itu menandakan lalu lintas ramai dan berjalan pelan. Namun, saat berada di titik lalu lintas itu, warnanya berubah hingga merah. Artinya, kendaraan diam terjebak kemacetan. “Saat pulang dari Gresik menuju Jember juga macet lagi. Jarang-jarang kena macet saat perjalanan PP. Waktu tempuh yang biasanya empat jam jadi enam jam,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Radar Digital